Page 425 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 425
tentang Pengupahan yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11
Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
"Gubernur harus menetapkan UMP paling lambat tanggal 21 November tahun 2021. Karena
tanggal 21 November merupakan hari libur nasional maka penetapannya dilakukan paling lambat
satu hari sebelumnya, yaitu tanggal 20 November," ujar Menaker, seperti diunggah laman
Sekretariat Kabinet, Rabu (17/11/2021).
Sementara itu, penetapan upah minimum kabupaten (UMK) dilakukan paling lambat tanggal 30
November 2021 dan setelah penetapan UMP.
Ia menambahkan, ketentuan batas waktu penetapan ini telah ditegaskan kembali dalam Surat
Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 561/6393/SJ perihal penetapan upah
minimun tahun 2022, yang disampaikan kepada seluruh gubernur.
Lebih lanjut dikatakan bahwa penetapan upah minimum (UM) tahun 2022, berdasarkan UU Cipta
Kerja dan aturan turunannya PP 36/2021 bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada
pekerja/buruh agar upahnya tidak dibayar terlalu rendah akibat posisi tawar mereka yang lemah
dalam pasar kerja.
"Kebijakan upah minimun ditujukan sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan serta
tentu saja untuk mendorong kemajuan ekonomi Indonesia melalui pengupahan yang adil dan
berdaya saing," ujarnya.
Menurut Menaker, UM adalah upah terendah yang ditetapkan oleh pemerintah yang berlaku bagi
pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun pada perusahaan yang bersangkutan.
"Semangat dari formula upah minimum ini, berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021, adalah untuk
mengurangi kesenjangan upah minimum sehingga terwujud keadilan upah antarwilayah.
Keadilan antarwilayah ini, sekali lagi, dicapai melalui pendekatan rata-rata konsumsi rumah
tangga di masing-masing wilayah," katanya.
UM berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 berpatokan pada wilayah, yaitu UMP dan UMK, tidak
ada lagi penetapan UM berdasarkan sektor atau UMS.
Namun UMS yang telah ditetapkan sebelum 2 November 2020 tetap berlaku hingga UMS tersebut
berakhir atau UMP/UMK di wilayah tersebut telah lebih tinggi.
Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id).
424

