Page 427 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 427

pengusaha boleh bayar Rp2,8 juta, ya naik jadi genap Rp2,9 juta lah, itu sudah turun 50 persen
              dari sekarang, siapa yang mau bayar Rp5,7 juta kalau boleh bayar Rp2,8 juta? Aneh kan
              positive - Said Iqbal (Presiden KSPI) Jadi semua ada dasarnya



              Ringkasan

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memastikan rata-rata kenaikan upah minimum
              provinsi (UMP) 2022 secara nasional sebesar 1,09 persen. Ketentuan ini sesuai formula yang
              berlaku di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. “Simulasi ini
              dari data BPS, rata-rata kenaikan upah minimum itu 1,09 persen, ini rata-rata nasional,” ujar Ida
              dalam siaran pers Selasa (16/11/2021).



              UMP 2022 NAIK 1,09 PERSEN, 60 FEDERASI BURUH MENOLAK
              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memastikan rata-rata kenaikan upah minimum
              provinsi (UMP) 2022 secara nasional sebesar 1,09 persen. Ketentuan ini sesuai formula yang
              berlaku di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              “Simulasi  ini  dari  data  BPS,  rata-rata  kenaikan  upah  minimum  itu  1,09  persen,  ini  rata-rata
              nasional,” ujar Ida dalam siaran pers Selasa (16/11/2021).

              Kendati begitu, untuk penetapan UMP per masing-masing provinsi masih perlu menunggu hasil
              penetapan  dari  gubernur.  Ida  memberi  waktu  kepada  gubernur  untuk  menentukan  dan
              mengumumkan UMP paling lambat pada 20 November 2021 dan upah minimum kabupaten/kota
              (UMK) paling lambat pada 30 November 2021.

              60  Federasi  Buruh  Menolak  Bandingkan  Orba  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)
              mengkritik keras rencana kenaikan rata-rata upah minimum provinsi (UMP) 2022 yang cuma
              sebesar 1,09 persen.


              “Soeharto saja tidak melakukan ini di Orde Baru, jahat sekali, jahat sekali para menteri. Para
              menteri Soeharto saja di Orde Baru yang kita anggap orang yang sangat anti demokrasi dan
              menyengsarakan  rakyat  maka  terjadi  reformasi,  tidak  melakukan  yang  seperti  sekarang  ini
              dilakukan para menteri yang merumuskan PP 36,” kata Presiden KSPI Said Iqbal secara tertulis
              seperti diberitakan Ngopibareng.id Rabu 17 November 2021.

              Sebagai catatan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan menjadi
              acuan untuk menentukan besaran kenaikan UMP 2022.

              Iqbal  mengatakan  sebanyak  60  federasi  serikat  buruh  menolak  dengan  tegas  dan  keras
              perhitungan UMP 2022 menggunakan formula upah yang ada di PP 36/2021. Para buruh mau
              perhitungan upah masih menggunakan ketentuan lama, yaitu UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang
              Ketenagakerjaan dan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.


              Alasannya, pertama, Mahkamah Konstitusi (MK) sejatinya masih melakukan uji materil dan formil
              terhadap UU Cipta Kerja. Artinya, aturan ini dan turunannya berupa PP 36/2021 belum bisa
              berlaku untuk penetapan upah minimum pada tahun.

              “Justru penggunaan omnibus law (UU Cipta Kerja) dan dikeluarkannya PP 36/2021 mencederai
              Indonesia sebagai negara hukum,” tuturnya.



                                                           426
   422   423   424   425   426   427   428   429   430   431   432