Page 476 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 476

"Mengapa saya minta dimajukan, karena pada 21 November adalah hari libur nasional, maka
              penetapannya harus dilakukan paling lambat 1 hari sebelumnya, yaitu tanggal 20 November
              2021," ujar Ida dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/11).

              Selanjutnya,  gubernur  juga  diminta  untuk  menetapkan  dan  mengumumkan  upah  minimum,
              kabupaten/kota (UMK) setelah pengumuman UMP, atau paling lambat pada 30 November 2021.
              Ketentuan ini tidak berubah dati aturan pada PP 36/2021.

              Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga telah mengirimkan Surat
              Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 561/6393/S tentang Hal Penetapan Upah Minimum
              Tahun 2023, untuk mengingatkan para kepala daerah agar segera membuat keputusan, Selain
              itu, Menaker Ida mengklaim bahwa berbagai data untuk perhitungan formula upah minimum
              telah  diberikan  pemerintah  pusat  kepada  pemerintah  daerah.  Data-data  itu  disebutkan
              bersumber dari Badan Pusat Statistik Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan sendiri telah
              mengumumkan  rata-rata  kenaikan  UMP  2022  secara  nasional  sebesar  1,09  persen.  Namun,
              angka rillnya bisa berbeda-heda untuk setiap provinsi, sesuai ketetapan dari gubernur masing-
              masing, Ida menyebutkan, ketentuan kenaikan UMP ini telah sesuai dengan Undang Undone
              (WU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipra Kerja. Ida menekankan, perhitungan upah minimum
              tahun  depan  sengaja  menyesuaikan  aturan  baru,  salah  satunya  dengan  merijultmedn  upah
              karenainimerupakan stndar yang berlaku secara internasional.

              Idealnya, indeks median upah berada di kisaran 0,4 sampai 0,6 persen, tapi Indonesia sudah
              lebih dati 1, sehingga perlu ada penyesuaian formula perhitungan upah minimum.

              "Karena  kondisi  upah  minimum  yang  terlalu  tinggi  tersebut  menyebabkan  sebagian  besar
              pengusaha  tidak  mampu  menjangkaunya  dan  akan  berdampak  negatif  terhadap  implemei
              tasinya di lapangan," ucap Ida sebelumnya, sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com.

              Misalnya, sambung Ida, membuat kenaikan upah minimum jadi tidak didasari pada peningkatan
              kinerja pekerja atau buruh. Sementara, serikat buruh lebih cenderung menuntut kenaikan upah
              dibandingkan membicarakan upah berbasis kinerja dan produktivitas.
              Dampak lain bila upah minimum tidak sesuai aturan, kata Ida, dapat menurunkan indeks daya
              saing Indonesia, khususnya pada aspek kepastian hukum. Hal ini selanjutnya akan meaurunkan
              kepercayaan  investor  dan  mempersempit  ruang,  dialog  kesepakatan  upah  dan  penetapan
              struktur serta skala upah ke depan.
              Tak  cuma  itu,  Ida  khawatir  akan  muncul  dampak  ikutan  seperti  terhambatnya  perluasan
              kesempatan  kerja  baru,  terjadinya  substitusi  tenaga  kerja  ke  mesin,  memicu  terjadinya
              pemutusan hubungan kerja (PHK), mendorong terjadinya relokasi dari lokasi dari lokasi yang
              memiliki  nilai  upah  minimum  tinggi  ke  yang  lebih  rendah,  hingga  mendorong  tutupnya
              perusahaan.

              Menunggu  UMP  Sumbar  Merujuk  pada  Ketetapan  Gubernur  Sumbar  tahun  lalu  yang  masih
              dijabat  Gubernur  Iwan,  Prayitno,  UMP  2021  dipatok  senilai  Rp2.484.041,  dan  tidak  terjadi
              kenaikan ketimbang UMP tahun sebelumnya. Oleh karena itu, menarik untuk disimak kebijakan
              Gubernur  Sumbar  saat  ini,  Mahyeldi,  dalam  menetapkan  UMP  pada  tahun  pertama  masa
              jabatannya 'Tahun lalu dalam keputusannya, Gubernur Irwan mengatakan bahwa bedasarkan
              Surat  Edaran  (SE)  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  'M/11/HK.04/X/2020  tentang  Penetapan
              Upah Minumum Tahun 2021 pasa masa Pandemi Covide19, bahwa tidak adunya Kenaikan UMP
              disebabkan dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian secara umum. (h/isq)




                                                           475
   471   472   473   474   475   476   477   478   479   480   481