Page 253 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 253

Kalangan  DPR  meminta  pemerintah  merombak  format  program  Kartu  Prakerja.  Langkah  ini
              untuk menindaklanjuti temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang adanya sejumlah
              persoalan.  Perombakan  juga  dibutuhkan  agar  implementasi  program  yang  memiliki  alokasi
              anggaran total Rp20 triliun itu bisa berjalan maksimal.

              Harapan ini disampaikan Wakil Ke tua MPR Jazilul Fawaid dan anggota Komisi IX DPR Saleh Par
              taonan  Daulay.  Sebelumnya  KPKmerekomen-dasikan  agar  pemerintah  menyerahkan
              pelaksanaan  program  Kartu  Prakerja  ke  Ke-menterian  Tenaga  Kerja  (Kemnaker)  serta
              melibatkan Badan NasionalSertifikasi Profesi (BNSP).



              ROMBAK FORMAT KARTU PRAKERJA

              Kalangan  DPR  meminta  pemerintah  merombak  format  program  Kartu  Prakerja.  Langkah  ini
              untuk menindaklanjuti temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang adanya sejumlah
              persoalan.  Perombakan  juga  dibutuhkan  agar  implementasi  program  yang  memiliki  alokasi
              anggaran total Rp20 triliun itu bisa berjalan maksimal.

              Harapan ini disampaikan Wakil Ke tua MPR Jazilul Fawaid dan anggota Komisi IX DPR Saleh Par
              taonan  Daulay.  Sebelumnya  KPKmerekomen-dasikan  agar  pemerintah  menyerahkan
              pelaksanaan  program  Kartu  Prakerja  ke  Ke-menterian  Tenaga  Kerja  (Kemnaker)  serta
              melibatkan Badan NasionalSertifikasi Profesi (BNSP).

              Jazilul Fawaid menyebut, sejakawalbanyakpihak menduga Kartu Prakerja banyak masalah, salah
              sasaran, dan salah urus. Ternyata dugaan ini terkonfirmasi oleh rekomendasi KPK.

              Karena  itu,  dia  meminta  pemerintah  menindaklanjuti  rekomendasi  KPKdengan  melakukan
              perubahan format pelaksanaan program Kartu Prakerja.

              Dia  pun  merespons  positif  rekomendasi  KP  K  agar  pemerintah  menyerahkan  pelaksanaan
              program tersebut kepada Kemenaker dan melibatkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
              Wakil  Ketua  Umum  DPP  PKB  ini  menandaskan,  baik  Kemenaker  maupun  BNSP  sebenarnya
              sama-sama unsur pemerintah sehingga rekomendasi tersebut dinilai tepat.

              "Toh bila dialihkan ke Kemenaker dan BNSP, itu juga merupakan bagian dari ranah eksekutif,
              pemerintah. Kita semua juga akan mengawasi kinerjanya," tutur Jazilul.

              Senada dengan itu, Saleh Par taonan Daulay meminta rekomendasi KPKmenjadi pijakan untuk
              merombak  secara  menyeluruh  program  Kartu  Prakerja.  Saleh  mencontohkan  konsep  lama
              pengelolaan kepesertaan yang dinilai tidak cukup baik. Buktinya, banyakkaryawan yang menjadi
              korban  pemutusan  hubungan  kerja  (PHK)  ternyata  tidak  terserap  dalam  program  itu.
              "Perlubanyakyang diubah dalam skema program Kartu Prakerja ini, termasuk sistemnya. Ini kan
              sistem ordine, agak susah mengukur keberhasilannya.

              Apalagi ini tidak ada tatap muka, yang ada hanya tatap muka lewat virtual," katanya.

              Tuntutan agar pemerintah
              menyerahkan  pelaksanaan  program  Kartu  Prakerjake  Kemnaker  serta  melibatkan  BNSP
              merupakan bagian dari rekomendasi KP K yang telah disampaikan kepada Menteri Koordinator
              Bidang Pereko -nomian Airlangga Hatarto melalui surat per 2 Juni2020.

              Dalam rekomendasi kedelapan, KP K menekankan perlunya pelibatan BNSP hampir sama seperti
              rekomendasi  poin  lima,  yaitu  kurasi  materi  pelatihan  dan  kelayakan  untuk  diberikan  secara


                                                           252
   248   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258