Page 255 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 255

Deputi Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan mengungkapkan, surat yang ditembuskan
              juga  ke  Presiden  Joko  Widodo  tersebut  berisi  delapan  rekomendasi,  termasuk  rekomendasi
              untuk Kartu Prakerja ke Kemnaker dengan melibatkan BSNP. Pihak Istana Kepresidenan melalui
              Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Shanti Purwono, meminta perihal tersebut ditanyakan
              langsung ke Kemenko Bidang Perekonomian. "Untuk isu Kartu Prakerja harus ditanyakan ke
              Kemenko  Perekonomian  atau  ke  Direktur  Program  ya  Mas,"  kilah  Dini  saat  dikonfirmasi
              Okezone.com kemarin.

              Sebelumnya Wakil Ketua KPK Alexander Marwata telah membeberkan tujuh rekomendasi KPK
              dimaksud. Rekomendasi pertama, peserta yang disasar pada whitelist atau pekerja terdampak
              Covid-19 tidak perlu mendaftar secara daring, melainkan dihubungi project managemen t office
              (PMO)  atau  manajemen  pelaksana  progam  Kartu  Prakerja  sebagai  peserta  program.
              (Rekomendasi selengkapnya lihat di grafis)

              Selain mengeluarkan reko -mendasi, KPKmenemukan tujuh masalah utama dan penyimpangan
              pada empat aspek tata laksana atas pelaksanaan program Kartu Prakerja sebagai bagian dari
              program perlindungan sosial penanggulangan pandemi Corona-virusDisease2019 (Covid-19).

              Alexander  membeberkan,  masalah  pertama  terkait  persoalan  pendaftaran.  Dia  menyebut,
              Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek telah mengompilasi data pekerja yang
              terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan sudah dipadankan dengan nomor induk kepen-
              dudukan (NIK)-nya berjumlah 1,7 juta pekerjater dampak

              (whitelist).

              Faktanya, tutur Alexander, hanyasebagian kecil dari whitelist ini yang mendaftar secara daring,
              yaitu hanya 143.000. Sebagian besar peserta yang mendaftar untuk 3 gelombang, yaitu 9,4 juta
              pendaftar, bukanlah target yang disasar oleh program ini. Pada pendaftaran KPK menemukan
              persoalan  fitur  facerecognition.  "Penggunaan  fitmfacerecognition  untuk  kepentingan
              pengenalan  peserta  dengan  anggaran  Rp30,8  miliar  tidak  efisien.  Penggunaan  NIKdan
              keanggotaan BP Jamsostek sudah memadai," ungkapnya.

              Masalah  kedua,  KPK  menyoroti kemitraan  dengan  platform digital.  Menurut  dia, kerja  sama
              dengan  delapan  platform  digital  tidak  melalui  mekanisme  pengadaan  barang  dan  jasa
              pemerintah (PBJ). Selanjutnya, terdapat konflikkepentingan pada lima dari delapan platform
              digital dengan lembagapenyedia pelatihan.

              Aspekketiga, materi pelatihan juga terdapat dua masalah. Satu, kurasi materi pelatihan tidak
              dilakukan  dengan  kompetensi  yang  memadai.  Pasalnya,  kata  Alexander,  pelatihan  yang
              memenuhi  syarat  baik  materi  maupun  penyampaian  secara  daring  hanya  13%  dari
              1.895pelatihan (Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia).

              Dua, materi pelatihan tersedia melalui jejaring internet dan tidakberbayar. Dari 1.895 pelatihan
              dilakuka-n  pemilihan  sampel  didapatkan  327sampel  pelatihan.  Kemudian  dibandingkan
              ketersediaan pelatihan tersebut di jejaring internet. "Hasilnya 89 % dari pelatihan tersedia di
              internet dan tidak berbayar, termasuk di laman prakerja.org," katanya.

              Aspek terakhir, kata Ale-xander, yakni pelaksanaan program. Pada aspekini ada satu masalah
              utama,  yakni  metode  pelaksanaan  program  pelatihan  secara  daring  berpotensi  fiktif,  tidak
              efektif, dan merugikan keuangan negara. Cabdulrochim/ sabirlaluhn/oktiani endarwati/ichsan
              amin/ okezone.com






                                                           254
   250   251   252   253   254   255   256   257   258   259   260