Page 259 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 259

Menurutnya, KPK tidak boleh ragu dalam memberantas korupsi di tengah wabah virus corona
              (Covid-19) yang menyulitkan masyarakat.

              "Kalau KPK sudah menemukan indikasi adanya penyimpangan dan bahkan korupsi, jangan ragu-
              ragu untuk melakukan penindakan. Segera tangkap dan adili para perampok dan penikmat uang
              negara," kata Didik saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (19/6).

              "Jangan pernah mentoleransi upaya perampokan uang negara," imbuhnya.

              Dia menerangkan, KPK harus menindak tegas penyimpangan dalam pelaksanaan Kartu Prakerja.
              Menurutnya,  potensi  penyimpangan  dalam  pelaksanaan  program  Kartu  Prakerja  sebenarnya
              sudah bisa diprediksi sejak awal, secara kasat mata dan pemikiran telanjang.

              Didik membeberkan, potensi-potensi penyimpangan itu lahir dari berbagai macam faktor. Mulai
              dari konflik kepentingan karena proses penunjukan kemitraan tanpa melalui mekanisme tender,
              perdagangan pengaruh, hingga transparansi serta akuntabilitas yang dianggap tidak terpenuhi.
              Didik pun mengaku sudah mengingatkan KPK untuk melakukan kajian, analisa, dan pengawasan
              yang ketat dengan melibatkan untuk melakukan kajian, analisa, dan pengawasan yang ketat
              dengan  melibatkan  Pusat  Pelaporan  dan  Analisis  Transaksi  Keuangan  (PPATK)  dan  Badan
              Pemeriksa  Keuangan  (BPK)  guna  mencegah  munculnya  penyimpangan,  penyalahgunaan
              kekuasaan, serta korupsi sejak awal Kartu Prakerja diluncurkan.

              "Melihat  proses  dan  mekanisme  pelaksanaan  Kartu  Prakerja  potensinya  sangat  rawan  dan
              ramah terhadap korupsi," ucap Kepala Departemen Hukum dan HAM DPP Partai Demokrat itu.

              Didik berharap KPK bisa bergerak lebih tegas terkait dengan potensi penyimpangan pelaksanaan
              Kartu Prakerja ini karena sangat berpotensi menguapkan uang negara yang sangat besar untuk
              dikorupsi.

              "Jangan biarkan uang negara dijadikan bancakan," imbuhnya.

              Sebelumnya,  pimpinan  KPK  menyurati  Menteri  Koordinator  Bidang  Perekonomian  Airlangga
              Hartarto terkait program Kartu Prakerja.
              Dalam  surat  bernomor  B/2492/LIT.05/01-15/06/2020  yang  ditandatangani  Ketua  KPK  Firli
              Bahuri,  KPK  meminta  program  Kartu  Prakerja  dihentikan  sementara  lantaran  ada  sejumlah
              permasalahan.

              "Berdasarkan  hasil  analisa  dokumen,  wawancara  mendalam  dengan  para  pemangku
              kepentingan serta perolehan informasi lain, kami mengidentifikasikan beberapa permasalahan
              lain," kata Firli seperti dikutip dari surat tersebut.

              Firli  menuturkan  permasalahan  yang  ada  mulai  dari  tahap  pendaftaran  hingga  tata  laksana
              program Kartu Prakerja. Dia menyoroti peserta yang merupakan pekerja terdampak yang ikut
              mendaftar program secara daring tersebut, yaitu hanya berkisar 143 ribu.

              Padahal,  data  pekerja  terdampak  Kementerian  Ketenagakerjaan  dan  BPJS  Ketenagakerjaan
              menyebut 1,7 juta pekerja harus mendaftar untuk ikut program.

              "Penggunaan fitur face recognition dengan anggaran Rp30 miliar sangat tidak efisien untuk
              kepentingan pengenalan peserta," tambahnya..





                                                           258
   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264