Page 261 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 261

PEMBAYARAN MITRA PRAKERJA TUNGGU EVALUASI

              Tim  Teknis  Kartu  Prakerja  mengusulkan  agar  dibentuk  tim  untuk  mengevaluasi  program
              tersebut. Hasil kajian dan rekomendasi KPK dapat menjadi bahan evaluasi.

              Tim  Teknis  Kartu  Prakerja  merekomendasikan  kepada  Kementerian  Koordinator  Bidang
              Perekonomian untuk membentuk tim evaluasi program tersebut.
              Tugas tim ini, antara lain, merekomendasikan pembayaran yang dapat dilakukan atau tidak
              boleh dilakukan pemerintah kepada platform digital mitra Kartu Prakeija.

              "Kami menyarankan untuk membentuk tim evaluasi guna memverifikasi (platform digital mitra
              Kartu Prakeija) mana yang bisa dibayarkan dan mana yang tidak," kata Ketua Tim Teknis Kartu
              Prakerja yang juga Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Feri
              Wibisono, Jumat (19/6/2020).

              Jika hasil evaluasi tim tersebut menyatakan pembayaran perlu dilakukan, maka pemerintah akan
              melakukannya. Demikian sebaliknya.


              Direktur Eksekutif Ins-titute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad
              mengapresiasi  usulan  evaluasi  ini  karena  merupakan  langkah  positif  untuk  melihat  dan
              memperbaiki kesalahan yang mungkin teijadi pada program Kartu Prakeija.

              Agar  proses  evaluasi  bisa  optimal,  Tauhid  berharap  hasil  kajian  dan  rekomendasi  Komisi
              Pemberantasan Korupsi (KPK) ditindaklanjuti.

              Sebelumnya,  KPK  menemukan  ada  potensi  konflik  kepentingan  dan  kerugian  negara  dalam
              program Kartu Prakerja. Konflik kepentingan dalam program senilai Rp 20 triliun ini, antara lain,
              berpotensi terjadi dalam hubungan antara platform digital mitra Kartu Prakerja dan penyedia
              pelatihan (Kompas, 19/6/2020).

              Dibahas

              Tentang adanya potensi konflik kepentingan, menurut Feri, hal itu telah dibahas oleh tim keija
              dan sudah ada analisis serta rekomendasinya.

              Terkait  dengan  rekomendasi  KPK  agar  Komite  Cipta  Keija  meminta  pendapat  hukum  ke
              Jamdatun,  Feri  mengungkapkan,  Kemenko Perekonomian  sudah  melaksanakan  rekomendasi
              tersebut. Namun, ia tidak dapat memberi tahu isi pendapat hukum tersebut karena sifatnya
              rahasia.

              Dalam program Kartu Prakeija, Jamdatun juga menjadi ketua tim teknis. Tugas tim ini adalah
              meninjau tata kelola pelaksanaan program, termasuk memberi pendapat hukum soal pengadaan
              barang  dan  jasa.  Anggota  tim  tersebut  adalah  KPK,  Badan  Pengawasan  Keuangan  dan
              Pembangunan,  Kemenko  Perekonomian,  Kemen-terian  Ketenagakerjaan,  dan  beberapa
              lembaga lain.

              Sementara  itu,  Sekretaris  Utama  Lembaga  Kebijakan  Pengadaan  Barang/Jasa  Pemerintah
              (LKPP) Setya Budi Ari-janta menuturkan, pihaknya telah memberikan pernyataan resmi terkait
              program  Kartu  Prakerja,  yakni  program  itu  dianggap  bukan  pengadaan  barang  dan  jasa.
              Akibatnya, program itu tidak berpedoman pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun
              2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Namun, diatur dalam peraturan tersendiri,
              yakni  Pe-pres  No  36/2020  tentang  Pengembangan  Kompetensi  Keija  melalui  Program  Kartu
              Prakerja serta Permenko Perekonomian No 3/2020.



                                                           260
   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266