Page 262 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 262

"Namun, kami menyarankan Kartu Prakerja tetap mengedepankan asas pengadaan barang dan
              jasa," kata Setya.

              Saat  ini,  pelaksanaan  program  Kartu  Prakerja  ditunda  karena  akan  dilakukan  evaluasi.
              Penundaan dilakukan setelah program ini berjalan tiga gelombang. Tercatat ada 10,4 juta orang
              pendaftar, tetapi yang lolos hanya 680.000 orang.

              Peserta harap kejelasan

              Penerima Kartu Prakerja asal Bandung, Jawa Barat, Awan Wahyu Ishaq Gunawan (28), berharap
              ada  perbaikan  yang  signifikan  dalam  program  ini,  termasuk  dalam komunikasi  dengan para
              peserta program. "Jika ada masalah, lebih baik disampaikan agar kami merasa didengarkan.
              Setidaknya kami merasa tenang dan tidak perlu bertanya-tanya lagi," katanya.

              Saluran siaga (hotline) yang disediakan pemerintah dalam program ini, lanjut Awan, tak optimal.
              Sebab,  informasi  yang  diberikan  karyawan  saluran  siaga  tidak  memuaskan.  Padahal,  untuk
              tersambung dengan saluran siaga itu, butuh puluhan kali percobaan.

              Pelayanan admin media sosial Kartu Prakeija juga tidak mampu menenangkan para peserta
              program ini. Di akun Instagram Prakeija.go.id, ia kerap menuliskan komentar di unggahan foto
              mereka, tetapi komentarnya selalu dihapus.
              Menurut Awan, komentar para peserta Kartu Prakeija di akun Prakerja.go.id dapat dijadikan
              gambaran pandangan mereka terhadap program ini. "Orang-orang yang berkomentar di sana
              hampir semua mencurahkan kekecewaannya terhadap program ini," tuturnya.

              Penerima  Kartu  Prakerja,  Dicky  Prastya  (24),  berharap  program  Kartu  Prakerja  segera
              dilanjutkan. "Covid-19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Otomatis yang kini banyak
              dibutuhkan adalah uang tunai. Menurut saya, bagusnya Kartu Prakerja tetap dilanjutkan karena
              saya butuh dana. Namun, terkait platform-plat-form pelatihan, bisa ditinjau ulang," tuturnya
              Maulana Alfa Rizki (33), yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada April 2020,
              mengeluh karena belum berhasil mendaftar sebagai peserta program Kartu Prakerja. "Sejak
              pendaftaran  Kartu  Prakerja  dibuka,  saya  coba  ikut  daftar,  tetapi  gagal  terus.  Saya  harap
              pemerintah dapat segera mengevaluasi karena korban PHK seperti saya semakin sulit cari keija,"
              tutur Maulana yang kini bekerja serabutan untuk bertahan hidup.

              Tauhid  Ahmad  berharap,  selama  proses  evaluasi  program  Kartu  Prakeija,  bantuan  sosial
              (bansos) bagi korban PHK tetap diberikan. Namun, bansos ini harus dipisahkan dari beragam
              bansos lain. Perlu juga pembeda antara data penganggur dan korban PHK. Verifikasi ini dapat
              dilakukan  dengan  menggunakan  data  dari  asosiasi  pengusaha  dan  asosiasi  pekeija  yang
              kemudian diverifikasi ulang oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

              (ILO/NIA/IRE/SHR/PDS/FRD/FAI)
















                                                           261
   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266   267