Page 164 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 164
"Kita tidak menilai nyawanya, tetapi minimal risiko ekonomi bisa ditanggulangi
dengan penyediaan biaya sehingga tidak membebankan keluarga lagi," ucapnya.
Sang Made mengharapkan para pengusaha jangan mengabaikan perlindungan
pekerjanya karena pekerja adalah aset.
Ketika pekerja merasa nyaman, aman dan ketika terjadi sesuatu ada yang
melindungi tentunya otomatis akan mampu meningkatkan kinerjanya bagi
perusahaan, yang pada akhirnya perusahaan mendapat keuntungan.
"Hal ini yang barangkali ada sejumlah pengusaha tidak menyadari sehingga mereka
mengabaikan jaminan sosial sebagai hak normatif pekerja. Oleh karena itu,
pendekatan yang kami lakukan dari sisi manfaat agar benar-benar diketahui
masyarakat sehingga bisa membedakan jaminan sosial sangat berbeda dengan
asuransi," ucapnya.
Dia menegaskan jaminan sosial itu esensinya ada subsidi silang, yang
berpenghasilan besar memberikan subsidi silang pada yang berpenghasilan kecil.
Dengan demikian, masyarakat golongan kelompok terbatas pun terbuka luas untuk
ikut BPJS Ketenagakerjaan.
"Kami senantiasa memperkuat sosialisasi bekerja sama dengan berbagai pihak,
terutama media yang merupakan mitra strategis untuk memberikan informasi pada
masyarakat, baik dari segi manfaat maupun tata cara pendaftaran, tata cara
pengurusan klaim sehingga masyarakat tidak tahu sebagian-sebagian," katanya
sembari mengatakan juga telah tersedia berbagai fitur pelayanan untuk benar-benar
memberikan kepuasan pada pelanggan.
Sampai dengan September tahun 2019, jumlah perusahaan yang terdaftar di BPJS
Ketenagakerjaan di wilayah Bali, Nusa Tenggara dan Papua telah mencapai 40.470
perusahaan dengan total jumlah tenaga kerja 738.440 orang.
"Dari hasil evaluasi kami dengan melibatkan Dinas Tenaga Kerja sebagai pengawas
pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan, untuk perusahaan skala besar di Bali
yang sudah tergabung sekitar 90 persen," ujar Sang Made.
Pewarta: Ni Luh Rhismawati Editor: Agus Salim COPYRIGHT (c)2019 .
Page 163 of 329.

