Page 201 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 201

Title          PENETAPAN UMP DIUSULKAN OLEH PENGUSAHA DAN PEKERJA LEBIH DULU
               Media Name     kabarbisnis.com
               Pub. Date      18 Oktober 2019
                              https://www.kabarbisnis.com/read/2895216/penetapan-ump-diusulkan-oleh- pengusaha-
               Page/URL
                              dan-pekerja-lebih-dulu
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski sudah menjadi ketetapan dan rutinitas di setiap
               tahun, namun penaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum
               Kabupaten/Kota (UMK) 2020 masih menuai polemik.

               Seperti diketahui, UMP tahun 2020 ditetapkan naik sebesar 8,51 persen. Penetapan
               tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-
               m/308/HI.01.00/X/2019 tanggal 15 Oktober 2019 tentang Penyampaian Data
               Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.

               Ekonom Senior Indef, Aviliani menilai, ada era baru di tenaga kerja saat ini. "Saya
               melihat, kita sekarang harus memikirkan ada era baru dari tenaga kerja saat ini.
               Tidak hanya tenaga kerja formal, tapi juga sektor informal, di mana anak-anak
               milenial sekarang sudah berada di sektor itu karena penghasilannya besar," ungkap
               Aviliani di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

               Dia pun mempertanyakan dampak kenaikan UMP terhadap kinerja tenaga kerja,
               membuat semakin kompetitif atau tidak.

               "Akhirnya yang terjadi adalah industri makin habis dan masuk sektor informal,
               karena itu menurut saya arahnya pengusaha dan karyawan dulu (untuk menentukan
               UMP) dibanding pemerintah," terangnya.

               Di sisi lain, lanjut Aviliani, menaikkan UMP belum tentu jadi solusi untuk
               meningkatkan konsumsi masyarakat. Malah bisa jadi, UMP naik justru tingkat
               pengeluaran semakin turun karena orang banyak diPHK, perusahaan tidak mampu
               membayar.

               Sementara, kenaikan UMP 2020 juga ditentang buruh. Ketua Konfederasi Persatuan
               Buruh Indonesia (KPBI) Ilham Syah menilai penetapan kenaikan UMP 2020 tidak
               menyejahterakan buruh.

               "Menurut saya, meskipun naik tidak akan menyejahterakan," tuturnya kepada
               Liputan6.com di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

               Demikian pula Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal
               yang menyatakan tidak dihitung berdasarkan survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL)
               buruh.




                                                      Page 200 of 329.
   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206