Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 NOVEMBER 2019
P. 85

Title          BURUH MIGRAN KRITIK PERNYATAAN PERUSAHAAN JASA TKI SOAL REMITANSI
               Media Name     tempo.co
               Pub. Date      11 November 2019
                              https://bisnis.tempo.co/read/1270888/buruh-migran-kritik-pernyataan-pe rusahaan-jasa-
               Page/URL
                              tki-soal-remitansi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative















               Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Hariyanto mengkritik
               pernyataan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa TKI Ayub Basalamah yang
               menyebut Perusahaan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) sebagai institusi terbesar
               penyumbang devisa ke negara setelah pemasukan negara dari sektor minyak dan
               gas bumi.

               Menurut Hariyanto, pernyataan Ayub tidak benar. "Dan berpotensi mencederai
               perasaan buruh migran Indonesia," kata Hariyanto, Senin, 11 November 2019.
               Hariyanto menganggap yang menyumbangkan devisa bagi negara adalah buruh
               migran atau pekerja migran, bukan P3MI.

               Sebelumnya, Ayub mengatakan, "Apjati akan terus membantu pemerintah dalam
               menyumbangkan devisa melalui penempatan PMI (pekerja migran Indonesia) yang
               terampil ke seluruh manca negara. Mengutip data Bank BRI sampai 2019 tercatat
               total volume transaksi remitansi sebesar Rp 218 triliun."

               Hariyanto menganggap pernyataan Ayub keliru karena  buruh migran adalah subyek
               penyumbang devisa negara, bukan P3MI. Karena itu, kata dia, buruh migran disebut
               pahlawan devisa negara.

               Bahkan,  ujar Hariyanto, tak jarang P3MI atau PJTKI justru memeras buruh migran
               sehingga buruh migran menjadi korban overcharging (pembebanan biaya yang
               berlebihan) yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.


               Menanggapi pernyataan Hariyanto, Ayub mengatakan yang menyumbangkan devisa
               negara kedua terbesar setelah sektor migas adalah buruh migran melalui P3MI.
               Adapun buruh migran yang bermasalah seperti menjadi korban overcharging,
               menurut Ayub, jumlahnya tidak sampai 3 persen. Apjati pun mengeluarkan P3MI
               dari keanggotaan Apjati jika bermasalah menangani buruh migran.











                                                       Page 84 of 135.
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90