Page 88 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 NOVEMBER 2019
P. 88

Title          PELAKU INDUSTRI ALAS KAKI TOLAK PENAMBAHAN UPAH MINIMUM SEKTORAL
               Media Name     bisnis.com
               Pub. Date      11 November 2019
                              https://ekonomi.bisnis.com/read/20191111/257/1169039/pelaku-industri-a las-kaki-
               Page/URL
                              tolak-penambahan-upah-minimum-sektoral
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative















               JAKARTA - Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menolak penambahan upah
               minimum sektoral lantaran dinilai mengakibatkan industri kian tidak kompetitif.

                Sekretaris Jenderal Aprisindo Lany Sulaiman menjelaskan pada 1 November 2019,
               sejumlah pemerintah provinsi secara serentak menetapkan kenaikan upah minimum
               provinsi (UMP) untuk 2020 sebesar 8,51%.


                Penetapan itu didasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 78/2015 tentang
               Pengupahan dan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan pada 15 Oktober 2019
               tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk
               Domestik Bruto Tahun 2019.

                Pengesahan itu, kata Lany, bakal segera diikuti dengan penetapan upah minimum
               kabupaten/kota (UMK) dan di beberapa daerah akan diikuti oleh upah minimum
               sektoral kota/kabupaten (UMSK).

                "Apabila kenaikan upah minimum sebesar 8,51% ditambahkan dengan UMSK harus
               ditanggung industri padat karya berorientasi ekspor akan mengakibatkan industri
               makin tidak kompetitif," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (11/11/2019).

                Lany menegaskan bahwa Aprisindo menolak UMSK pada 2020. Pasalnya, selama ini
               UMSK dinilai telah menjadi beban tambahan bagi pelaku industri, khususnya yang
               padat karya dan berorientasi ekspor. Beban itu membuat industri tidak berdaya
               saing.

                Penetapan UMSK, katanya, juga dilakukan berdasarkan kesepakatan antara serikat
               pekerja dan asosiasi sehingga seringkali menganggu hubungan antarpihak tersebut.

                Selain itu, Lany mengatakan pada 2019 sektor alas kaki mengalami tekanan, baik
               dari dalam maupun dari luar negeri, sehingga mengganggu pasar ekspor dan
               domestik.









                                                       Page 87 of 135.
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93