Page 50 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 SEPTEMBER 2019
P. 50
Title KEKURANGAN TENAGA KERJA, JEPANG MINTA INDONESIA KIRIM SUMBER DAYA MANUSIA
Media Name tribunnews.com
Pub. Date 09 September 2019
https://www.tribunnews.com/nasional/2019/09/09/kekurangan-tenaga-kerja -jepang-
Page/URL
minta-indonesia-kirim-sumber-daya-manusia
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pemerintah Jepang mengaku kekurangan tenaga kerja dalam bidang otomotif dan
industri makanan. Atas hal tersebut, Jepang meminta Indonesia untuk
mengirimkan tenaga kerja.
Hal itu diungkapkan, Gubernur Prefektur Aichi, Jepang , Hideaki Ohmura, saat
bertemu Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di kantor wakil presiden, Jalan Medan
Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).
Ia berharap Indonesia dapat memenuhi keinginan tersebut dengan mempersiapkan
tenaga kerja terampil.
"Saat ini Jepang atau Aichi juga mengalami kekurangan SDM atau tenaga kerja.
Oleh karena itu, memang kami menawarkan juga bagaimana Indonesia
mengirimkan tenaga kerja atau anak magang yang sudah mendapatkan pembekalan
baik," ujar Ohmura.
Ohmura menilai, potensi tersebut ada di Indonesia. Selain memiliki jumlah
penduduk besar, kini fokus pemerintahan Jokowi- JK adalah meningkatkan kualutas
Sumber Daya Manusia (SDM).
Ia menerangkan, saat ini saja di Aichi ada 7.000 WNI yang bekerja dan bermukim.
Jumlahnya jauh lebih kecil bila dibandingkan tenaga kerja negara lain seperti
Vietnam, Fillipina, maupun Brazil.
"Saat ini orang Filiphina yang bekerja di Aichi itu 35 ribu orang, Vietnam saja 30
ribu orang apalagi kalau dari Brazil itu 60 ribu orang sedangkan kalau Indonesia
baru 7 ribu orang sedangkan penduduknya banyak berarti potensi untuk ke
depannya masih ada," harap dia.
Ohmura menuturkan, usulan itu kemudian diterima baik Jusuf Kalla dan
selanjutnya akan menyatukan aturan terkait pendidikan vokasi dan pelatihan bahasa
bagi pekerja sebelum berangkat.
"Kami juga sangat berminat untuk ikut telribat dalam melakukan pendidikan atau
pelatihan vokasi. Jadi baik tingkat pemerintahan pusat maupun di tingkat
government bersama-sama dengan pihak swasta atau perusahaan-perusahaan yang
ada untuk berpatisiapsi," ungkap dia..
Page 49 of 66.

