Page 130 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2021
P. 130
INGIN AMBIL MANFAAT JAMINAN HARI TUA? INI SYARATNYA
Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menepis isu pemerintah telah menghapus
Program Jaminan Hari Tua (JHT) dalam jaminan sosial. Kemanker memastikan bahwa manfaat
program JHT sebagaimana diatur dalam Permenaker 19/2015 tetap berlaku.
Sedangkan manfaat program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) baru akan diimplementasikan
pada 2022 dan perlu dimonitor, serta dievaluasi pelaksanaannya sebelum manfaat JHT
dikembalikan sesuai amanat UU dan filosofinya.
"Sampai saat ini, Kemnaker berpandangan bahwa Permenaker 19/2015 terkait manfaat JHT
masih relevan, mengingat saat ini situasi dan kondisi ketenagakerjaan masih dihadapkan pada
dampak pandemi COVID-19," kata Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri,
melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Selasa (5/10/2021).
Putri menjelaskan, secara filosofis JHT merupakan program jaminan sosial jangka panjang (long-
term) yang menjadi jaring pengaman pekerja atau buruh ketika memasuki masa pensiun,
pekerja tidak bisa bekerja kembali karena cacat total tetap sebelum pensiun, atau meninggal
dunia.
Sedangkan jaring pengaman yang bersifat short term, dalam hal ini berhenti bekerja, saat ini
sudah tersedia program JKP.
Syarat Ambil Sebagaimana diketahui bahwa dalam Permenaker 19/2015, manfaat JHT bagi
peserta yang berhenti bekerja dapat dibayarkan sekaligus setelah melewati masa tunggu 1 (satu)
bulan. Adanya manfaat JKP ditujukan untuk memberikan jaring pengaman bagi pekerja yang
berhenti bekerja. Sehingga, manfaat JHT yang diterima pekerja di masa pensiun nanti menjadi
lebih besar.
Jikapun peserta ingin mengambil manfaat JHT sebelum pensiun, dimungkinkan jika telah
menjadi peserta minimal 10 tahun dan manfaat yg diambil pun maksimal 30 persen dari jumlah
JHT yang bersangkutan.
"Oleh sebab itu, saat ini kami sedang mengkaji manfaat JHT untuk dikembalikan kepada filosofi
dan sesuai amanat UU 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Hal ini juga
sebagai upaya agar antar satu program jamsos dengan yang lain saling harmonis dan sinergis
dalam memberikan perlindungan kepada pekerja/buruh," jelasnya.
hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Lebih dari itu, program JHT juga memiliki manfaat tambahan lainnya atau sering disebut MLT.
MLT JHT saat ini dikhususkan untuk membantu perumahan bagi pekerja/buruh. Manfaat
tambahan semata-mata juga merupaya upaya mengatasi masalah backlog perumahan yang
menjadi concern Pemerintah.
Pemerintah terus berupaya agar seluruh program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan benar-benar
memberi manfaat bagi pesertanya.
"Kami terus mendorong BPJS Ketenagakerjaan untuk berinovasi dalam mengembangkan
manfaat, pelayanan, maupun cakupan kepesertaan. Permerintah tentu sangat berharap agar
seluruh manfaat Jaminan Sosial dapat benar-benar memberikan pelindungan dan kesejahteraan
bagi pekerja atau buruh," ujarnya.
Reporter: Sulaeman Sumber: Merdeka.com.
129

