Page 185 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 185
"Ini jelas terkesan dipaksakan dan akal-akalan. Program ini kita tahu berangkat dari
janji kampanye Jokowi untuk mengatasi pengangguran, kata Pak Menko berubah
menjadi bagian dari jaring pengaman sosial karena kondisi COVID-19," ungkapnya.
Dalam hal menjadi jaring pengaman untuk para pekerja sektor informal yang
kehilangan pekerjaan dan juga para buruh yang di-PHK, dia setuju. "Tapi yang kita
saksikan ini ternyata dipaksakan ada pelatihan secara online, jelas tidak ada
relevansi dengan jaring pengaman sosial," jelas Sukamta.
Dia melanjutkan ada banyak persoalan dari program kartu prakerja. Pertama, salah
sasaran. Jika ini sebagai jaring pengaman sosial mestinya hanya menyasar yang
kehilangan pekerjaan, sementara program ini bisa menyasar siapa saja yang
usianya di atas 18 tahun tidak sedang mengenyam pendidikan.
Kedua, ragam pelatihan secara online bisa didapatkan dengan mudah dan bahkan
beberapa perusahaan digital memberikan layanan secara gratis, menurut Sukamta
daripada memberikan harus membayar untuk pelatihan online lebih baik digunakan
pemerintah untuk menyediakan internet gratis selama 4-6 bulan di masa COVID-19
saat ini.
Hal tersebut dianggap jauh lebih bermanfaat, masyarakat yang butuh pelatihan bisa
mencari sendiri lewat internet yang disediakan koneksinya secara gratis. Ketiga,
pemerintah menyatakan sendiri bahwa program pelatihan online ini tidak menjamin
peserta dapat pekerjaan, jelas program ini menghaburkan anggaran Rp5,6 triliun.
(kri).
Page 184 of 254.

