Page 187 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 187
Awalnya, program ini adalah satu dari tiga kartu sakti yang ditawarkan Jokowi saat
kampanye Pilpres 2019. Jokowi ingin menyiapkan para perncari kerja dengan
pelatihan berbagai keahlian sampai mendapat pekerjaan.
Pada program ini, pemerintah menargetkan 5,6 juta orang menjadi penerima Kartu
Prakerja. Mereka akan mendapatkan bantuan pelatihan Rp1 juta, penuntasan
pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan 150 ribu untuk survei
kebekerjaan.
Kartu Prakerja juga mendapat sorotan karena delapan perusahaan mitra ditunjuk
secara langsung. Mereka adalah Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru,
Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker.
Pendiri Perhimpunan Pendidikan Demokrasi Rachland Nashidik juga mengkritik
program Kartu Prakerja. Kata Rachland kebijakan tersebut tercela dan harus segera
diperbaiki.
Menurutnya, pelatihan online itu tidak relevan saat ini. "Buat apa? Memangnya,
dalam kesulitan akibat pandemi ini, lowongan pekerjaan dan peluang berusaha,
ada? Ingat pertumbuhan ekonomi akibat pandemi ini diprediksi minus. Bisnis
dimana mana bangkrut. PHK melonjak. Kenapa jalan keluarnya Pelatihan online,"
kata dia.
Dia mengatakan, lebih baik anggaran kartu prakerja digunakan untuk BLT bagi
rakyat yang sedang kesusahan. Efek dominonya, kata dia, akan bisa memutar roda
ekonomi. Kalau rakyat diberi uang, mereka masih bisa membeli kebutuhan hidup
sehari-hari. Petani, Nelayan, bahkan Pabrik masih bisa bekerja karena beras, ikan,
mie instan, sabun dll masih bisa dibeli.
"Kebijakan itu juga tercela karena bau amis kolusi. Ternyata kita ketahui aplikator
yang ditunjuk untuk menjual materi pelatihan online beranggaran Rp. 5.6 Triliun itu
adalah perusahaan milik stafsus presiden. Itu jelas korup," kata dia.
(dhf/ugo)
Page 186 of 254.

