Page 89 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 89

Lebih lanjut, Timboel berpendapat seandainya pembahasan RUU Ciptaker
               dipaksakan untuk terus berlanjut dan dipercepat finalisasinya dalam 3 bulan,
               implikasinya terhadap perekonomian tidak akan signifikan.

               Pasalnya, ratifikasi RUU Cipta Kerja sekalipun tidak akan serta merta membuat para
               investor domestik dan asing membuka lapangan kerja. Alhasil, tujuan dari RUU
               Ciptaker untuk pembukaan lapangan kerja pun akan kontraproduktif.

               "Bagaimana mereka mau investasi di tengah ketidakpastian? IMF saja
               memperkirakan krisis ekonomi akibat pandemi ini mungkin baru bisa dipulihkan
               pada 2021. Artinya, RUU Ciptaker untuk saat ini dampaknya ke percepatan
               pemulihan juga tidak bisa dipastikan."

               Menurutnya, pertumbuhan angkatan kerja di Indonesia per tahun adalah sekitar 2,5
               juta-3 juta orang, sedangkan angka rekrutmen hanya sekitar 2 juta orang per
               tahun. Adanya RUU Ciptaker diharapkan dapat memangkas proses birokrasi,
               perizinan dan investasi untuk memacu pembukaan lapangan kerja.

               "Dengan adanya RUU Ciptaker, ditargetkan pembukaan lapangan kerja bisa
               mencapai 2,6 juta-3 juta per tahun. Artinya, omnibus law ini memang akan bisa
               mengakomodasi pertumbuhan angkatan kerja supaya tidak defisit. Namun,
               semangat baik ini harusnya didukung seluruh masyarakat dengan lebih
               mengedepankan dialog sosial atau komunikasi yang bisa menghasilkan pasal-pasal
               yang berkualitas, supaya nanti tidak lagi memiocu perdebatan di DPR."

               Belum lagi, lanjutnya, jika RUU Ciptaker hanya sekadar ditunda tanpa ada upaya
               penyempurnaan pasal-pasalnya, maka besar kemungkinan beleid tersebut akan
               diajukan untuk judicial review di Mahkamah Konstitusi setelah diratifikasi.

               "Jika MK menerima sehingga proses pembuatannya dibatalkan pasal per pasal,
               berarti tidak tercapai apa yang diharapkan pemerintah melalui omnibus law, yaitu
               pembukaan lapangan kerja secara riil," kata Timboel.

               Di sisi lain, khusus untuk klaster ketenagakerjaan, Timboel berharap agar
               pemerintah mempertimbangkan untuk mencabutnya dari RUU Ciptaker. Pasalnya,
               dia berpendapat perbaikan aspek ketenagakerjaan cukup dilakukan melalui revisi UU
               No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan tanpa harus memasukkannya ke dalam
               rancangan omnibus law.

               Editor : Rio Sandy Pradana















                                                       Page 88 of 254.
   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94