Page 90 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 90
Title KADIN SEPAKAT TINJAU ULANG OMNIBUS LAW
Media Name bisnis.com
Pub. Date 26 April 2020
https://ekonomi.bisnis.com/read/20200426/12/1232761/kadin-sepakat-tinj au-ulang-
Page/URL
omnibus-law
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut baik
keputusan pemerintah dan DPR menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan
dalam RUU Cipta Kerja.
Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani mengatakan masih ada 10 klaster lagi yang
bisa dibahas secara terbuka terlebih dahulu. Untuk itu, alih-alih fokus pada klaster
ketenagakerjaan, pembahasan RUU Ciptaker dapat difokuskan ke sepuluh klaster
tersebut.
"Klaster tenaga kerja ini kita bahas nanti ketika waktunya memungkinkan, mungkin
ketika pandemi Covid-19 mereda, dan kami pasti akan melibatkan akademisi dan
buruh, supaya undang-undang ini transparan," tuturnya, Minggu (26/4/2020).
Menurut Rosan, kalangan pengusaha sepakat dengan adanya peninjauan lebih jauh
di klaster ketenagakerjaan dan klaster lain dalam RUU Ciptaker, setelah melihat
dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.
Namun, tegasnya, Kadin akan memastikan proses reformasi struktural melalui
platform omnibus law tetap berjalan, walaupun tidak seluruhnya selesai dibahas
dalam waktu dekat.
"[Tujuannya] supaya kita siap ketika menyambut investasi ketika pandemi selesai.
Kita tentu tidak ingin kita kalah langkah lagi dari negara lain seperti Vietnam atau
Thailand dalam menyambut investasi ketika pandemi Covid-19 mereda secara global
maupun nasional."
Menurutnya, masih ada peluang RUU Cipta Kerja disempurnakan kendati drafnya
telah dilimpahkan ke DPR. Terlebih, para pengusaha tidak ingin pengesahan RUU
Cipta Kerja tergesa-gesa sehingga justru tidak mengakomodasi dinamika terbaru
perekonomian nasional dan global, termasuk aspek ketenagakerjaan.
Adapun, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef)
Aviliani berpendapat langkah penundaan pembahasan klaster ketenagakerjaan RUU
Page 89 of 254.

