Page 57 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 OKTOBER 2021
P. 57
Judul ILO sebut keselamatan bekerja bantu ketahanan bisnis jangka panjang
Nama Media antaranews.com
Newstrend Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Halaman/URL https://www.antaranews.com/berita/2460257/ilo-sebut-keselamatan-
bekerja-bantu-ketahanan-bisnis-jangka-panjang
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-10-14 21:19:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PPK & K3
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Michiko Miyamoto (Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste) Adaptasi dalam
bisnis di masa pandemi COVID-19 menjadi sangat penting
positive - Michiko Miyamoto (Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste) Pemerintah juga
memainkan peranan penting, tidak hanya menjawab krisis, tapi juga membuat landasan
perbaikan di masa yang akan datang, khususnya mengenai kesehatan dan keselamatan kerja.
Misal menggali pelaksanaan PP No 5 Tahun 2021, tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha
Berbasis Risiko
negative - Teguh Dartanto (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia) Karena
apa? Kalau misalnya selama pandemi ini tenaga kerja merasa tidak aman tidak sehat untuk WFO,
atau untuk pergi ke tempat kerja, ini bisa mempengaruhi mood, bisa mempengaruhi juga
produktivitas dan inovasi-inovasi
Ringkasan
Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menekankan pentingnya menciptakan keselamatan
di tempat kerja sebagai upaya membantu ketahanan bisnis dalam jangka panjang bagi kegiatan
usaha tersebut, terlebih pada masa pandemi COVID-19. "Adaptasi dalam bisnis di masa pandemi
COVID-19 menjadi sangat penting," kata Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Michiko
Miyamoto, dalam webinar ILO-Katadata bertajuk "Geliat Bisnis di Era Pandemi: Navigasi dan
Manuver Usaha" di Jakarta, Kamis.
ILO SEBUT KESELAMATAN BEKERJA BANTU KETAHANAN BISNIS JANGKA PANJANG
Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menekankan pentingnya menciptakan keselamatan
di tempat kerja sebagai upaya membantu ketahanan bisnis dalam jangka panjang bagi kegiatan
usaha tersebut, terlebih pada masa pandemi COVID-19.
56

