Page 114 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 NOVEMBER 2019
P. 114
"Upah minimum dihitung berdasarkan formula Pasal 44 ayat 2 PP nomor 78 tahun
2015, sesuai dengan surat Menteri Ketenagakerjaan nomor BM 305 tahun 2019.
Adapun dasar perhitungan upah minimum sebesar 8,51 persen, dengan perincian
inflasi nasional sebesar 3,39 persen, dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar
5,12 persen," ujarnya didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan
Ttansmigrasi Jateng Susi Handayani.
Dalam penetapan UMK tersebut, Ganjar mengaku telah memperhatikan
rekomendasi dari dewan pengupahan Provinsi Jawa Tengah serta bupati/wali kota,
dimana besaran UMK yang ditetapkan tersebut merupakan murni dari usulan 35
kabupaten/kota se-Jateng.
"Meskipun kami punya upah minimum provinsi (UMP), tapi yang kami gunakan
adalah UMK. Sebab kalau menggunakan UMP, nanti perbedaannya terlalu
'njomplang' antara kota besar dengan daerah kecil," katanya.
Ganjar menekankan bahwa UMK ditetapkan hanya untuk pekerja dengan masa
kerja kurang dari satu tahun, sedangkan pekerja yang sudah lebih dari satu tahun,
maka besaran upah tidak mengacu pada UMK yang ditetapkan.
"Silakan dirundingkan secara bipartit antara pekerja atau buruh dengan pengusaha
di perusahaan. Silakan mereka mengatur besaran upahnya," ujarnya.
Orang nomor satu di Jateng itu meminta agar semua pihak menerima penetapan
UMK 2020 ini dan kepada para pengusaha yang keberatan, diberikan waktu untuk
mengajukan penangguhan.
"Kami juga akan terus mengawasi pelaksanaan UMK 2020. Kalau ada perusahaan
yang tidak melaksanakan, silakan lapor ke kami," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Disnakertras Jateng Susi Handayani
mengatakan bahwa penetapan UMK di Jateng tahun ini sudah 100 persen sesuai
dengan kebutuhan hidup layak (KHL).
"UMK ini akan mulai berlaku per 1 Januari 2020. Kepada perusahaan yang
keberatan, diberikan waktu untuk mengajukan penangguhan paling lambat 20
Desember 2019 atau 10 hari sebelum pelaksanaan UMK. Kalau melebihi batas waktu
itu, pasti ditolak," ujarnya.
Page 113 of 143.

