Page 8 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 8

Kerja Sama Tripartit Nasional (BP LKS Tripartit) telah sepakat untuk mendorong penetapan upah
              minimum yang sesuai dengan ketentuan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
              "Harapan kami, pemerintah daerah dalam hal ini kepala daerah baik gubernur, walikota, maupun
              bupati, hendaknya mengikuti PP 36/2021. Khususnya di sini para gubernur, karena gubernur
              yang mengeluarkan upah minimum provinsi," kata Ketua Umum Apindo Hari-yadi Sukamdani
              dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa (2/11).

              Di dalam regulasi tersebut, disebutkan upah minimum ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi
              dan ketenagakerjaan (Pasal 25 ayat 2).

              Hariyadi  menuturkan  selalu  ada  tarik  menarik  dan  ketidakpuasan  soal  masalah  pengupahan
              setiap tahunnya. Ia berharap semua pihak mematuhi aturan tersebut karena aturan pengupahan
              sudah diputuskan melalui formula di PP 36/2021.

              "Harapan  kami  hal  ini.  akan  membawa  keteduhan  bagi  kita  semua,  bahwa  masalah
              pengupahaninise-betulnya tidak pas kalau setiap tahun selalu dipermasalahkan," katanya.

              Hariyadi menambahkan saat ini jumlah orangyang membutuhkan pekerjaan masih sangat besar.
              Berdasarkan data masyarakat yang mendapatkan bantuan subsidi pada 2019, mulai dari subsidi
              listrik hingga jaminan kesehatan hampir 100 juta orang.

              "Ini kami indikasikan lapangan pekerjaan kita ini masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kami
              harap dengan formula yang ada ini dapat diterima oleh semua pihak khususnya kawan-kawan
              serikat  pekerja,  serikat  buruh,  sehingga  ketenangan  kita  dalam  hubungan  industrial  akan
              semakin baik, produktivitas semakin baik, dan yang paling penting adalah penciptaan lapangan
              kerja agar seluas-lu-asnya bisa terwujud," katanya.

              Sebelumnya  Kemen-terian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  akan  mengumumkan  besaran  Upah
              Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022 dalam waktu dekat, di mana penetapan UMP dituangkan
              melalui Keputusan Gubernur dan diumumkan paling lambat tanggal 21 November tahun berjalan
              dan  UMK  ditetapkan  dengan  Keputusan  Gubernur  dan diumumkan paling  lambat  tanggal  30
              November tahun berjalan.

              Upah  minimum  akan  diberlakukan  per  tanggal  1  Januari  pada  tahun  berikutnya.  Saat  ini
              pemerintah  bersamaperwakilan  pengusaha  dan  pekerja  masih  terus  membahas  isu  upah
              minimum bersama Dewan Pengupahan Nasional (Depenas).

              Ada pun saat ini pengusaha mengaku masih akan menunggu data Badan Pusat Statistik (BPS)
              yang akan dirilis pada S November 2021 mendatang untuk kemudian menetapkan upah minimum
              2022.

              Di  sisi  lain  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  mengharapkan  Upah  Minimum
              Kabupaten/Kota  (UMK)  2022  dapat  naik  sekitar  tujuh  sampai  10  persen  memperhitungkan
              terjadinya kenaikan kebutuhan pokok berdasarkan survei yang mereka lakukan. bari















                                                            7
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13