Page 129 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 APRIL 2020
P. 129

Title          BURUH TEGASKAN TOLAK PEMBAYARAN THR DICICIL APALAGI SAMPAI DITUNDA
               Media Name     pikiran-rakyat.com
               Pub. Date      08 April 2020
                              https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01362696/buruh-tegaskan-tol ak-
               Page/URL
                              pembayaran-thr-dicicil-apalagi-sampai-ditunda
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative











               Buruh menolak kebijakan pemerintah yang memperbolehkan pengusaha mencicil
               atau menunda pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2020. Sebaliknya, buruh
               meminta agar pemerintah menegaskan kepada pengusaha untuk membayar THR
               2020 sesuai ketentuan yang berlaku dan tepat waktu.

               Demikian diungkapkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Tekstil
               Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP TSK SPSI), Roy Jinto
               Ferianto, di Bandung, Rabu 8 April 2020). Ia mengatakan, seharusnya pemerintah
               hadir memberikan perlindungan terhadap pekerja/buruh.


               "Kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan pernyataan sikap pemerintah
               yang memperbolehkan pengusaha mencicil atau menunda pembayaran THR karena
               terdampak pandemi COVID-19," ujarnya.


               Seperti diketahui, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan bahwa
               pembayaran THR 2020 dapat dilakukan pengusaha dengan cara dicicil. Pengusaha
               juga bisa menunda pembayaran THR 2020 dengan syarat melakukan dialog atau
               kesepakatan dengan pekerja/buruh.

               "PP FSP TSK SPSI menyatakan menolak kebijakan tersebut," ujarnya.


               Ia mengatakan, kebijakan pencicilan/penundaan pembayaran THR melanggar pasal
               2 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Republik Indonesia Nomor 6
               Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di
               Perusahaan.


               Dalam Permenaker disebutkan bahwa pengusaha wajib memberikan THR
               Keagamaan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan
               secara terus menerus atau lebih.

               "Besaran pembayaran THR kepada pekerja/buruh juga sudah diatur dalam pasal (3)
               dan (4) Permenaker No. 6 Tahun 2016," ujar Roy.


               Dalam pasal 5 ayat 4 Permenaker juga disebutkan bahwa THR wajib diberikan oleh
               pengusaha kepada pekerja/buruh paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya






                                                      Page 128 of 234.
   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134