Page 122 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 122
Title SEBELUM CORONA, 'ONGKOS' KARTU PRA KERJA DIRANCANG CUMA RP 650.000
Media Name detik.com
Pub. Date 28 April 2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4994019/sebelum-corona -ongkos-kartu-
Page/URL
pra-kerja-dirancang-cuma-rp-650000
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Program Kartu Pra Kerja diluncurkan saat pandemi virus Corona
(COVID-19). Hal itu membuat perubahan fokus dari yang sebelumnya untuk
meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan peserta, beralih menjadi semi
bantuan sosial.
Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian, Yulius mengatakan
awalnya insentif atau uang saku dirancang lebih murah dari biaya pelatihan. Jika tak
ada Corona, insentif dirancang hanya Rp 650.000, sedangkan biaya pelatihan bisa
sampai Rp 7 juta.
"Uang saku dalam program Kartu Pra Kerja awalnya itu jumlahnya Rp 650.000,
sekarang jadi Rp 2,4 juta. Sedangkan pelatihannya dari Rp 5-7 juta itu diturunkan
jadi Rp 1 juta, cukup jauh," kata Yulius melalui telekonferensi, Selasa (28/4/2020).
Namun, adanya COVID-19 membuat pemerintah menjadikan Kartu Pra Kerja diubah
untuk lebih banyak ke bantuan sosial tanpa mau menghilangkan konsep awal dari
Kartu Pra Kerja itu sendiri.
"Dulu kita tidak berpikir akan ada COVID-19. Setelah itu kita diminta untuk
refocusing terkait program-program pemerintah. Akhirnya yang untuk meningkatkan
kualitas SDM agak bergeser," ujarnya.
Adanya pandemi Corona juga membuat perubahan pelatihan Kartu Pra Kerja dari
yang seharusnya ada yang dilakukan offline menjadi full online. Sehingga beberapa
pelatihan harus ditunda sampai Corona selesai karena tidak memungkinkan jika
dilakukan secara offline.
"Bentuk pelatihan online, dulu pelatihan offline yang kita buat agak ditinggalkan
dulu sementara karena kita dalam masa PSBB. Kalau kita melakukan pelatihan
offline, mengumpulkan orang itu kan tidak diizinkan oleh pemerintah," ujarnya.
(eds/eds)
Page 121 of 261.

