Page 127 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 127

Taufik mengingatkan, jangan sampai RUU Cipta Kerja terkesan hanya berpihak pada
               kepentingan kelompok tertentu.


               "Agar RUU ini bisa diterima semua pihak, tidak hanya dipandang untuk kepentingan
               satu pihak saja yaitu investor atau pengusaha, tapi juga kepentingan seluruh
               rakyat," kata Taufik.

               Taufik mengatakan, pembuatan RUU Cipta Kerja ini harusnya menjadi solusi atas
               regulasi yang tumpang tindih dan dinilai tidak efisien sehingga menghambat daya
               saing Indonesia.


               Pemerintah dan DPR, lanjut dia, juga harus bisa mengakomodasi kepentingan
               semua pihak dalam RUU tersebut.

               "Mulai dari ketentuan tumpang tindih, perizinan dan birokrasi berbelit-belit, tapi di
               sisi lain bagaimana kita bisa mengakomodasi keinginan untuk memajukan ekonomi
               ini tetap menjamin hak-hak masyarakat," ujarnya.


               Ia mencontohkan, terkait penyederhanaan izin penguasaan lahan yang harus diiringi
               dengan jaminan kelestarian lingkungan hidup ke depannya.

               Begitu pula dengan hak-hak buruh dan pekerja yang tidak boleh diabaikan dalam
               dunia usaha.

               "Misal, ketika ada soal penyederhanaan izin lingkungan hidup, bagaimana
               komprominya? Perizinan dimudahkan, tetap dengan mengedepankan jaminan
               lingkungan hidup," tutur dia.

               Kehati-hatian dalam pembahasan RUU

               Sementara itu, anggota Panja RUU Cipta Kerja dari Fraksi PAN Ali Taher Parasong
               mengatakan, DPR dan pemerintah harus berhati-hati dalam membahas setiap RUU
               selama masa pandemi Covid-19.

               "Pesan ketua umum PAN memperhatikan perkembangan penanganan Covid-19
               merupakan bencana nasional, maka kita harus hati-hati di dalam setiap rancangan
               UU yang berpihak pada rakyat banyak," kata Ali dalam rapat dengar pendapat
               umum (RDPU) bersama pakar, akademisi, dan pengusaha, Senin (27/4/2020).

               Menurut Ali, pembahasan RUU Cipta Kerja harus dilakukan dengan persiapan yang
               matang mengingat ada 79 undang-undang dan 1.228 pasal yang akan dibedah oleh
               pemerintah dan DPR.

               Ia juga menyatakan sepakat dengan penundaan pembahasan klaster
               ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja.

               "Oleh karena itu, menurut kami RUU ini sangat penting untuk dimatangkan lebih
               mendalami subtansinya, sehingga ketika terjadi pembuatan UU, maka dapat berlaku
               secara utuh," ujar dia.



                                                      Page 126 of 261.
   122   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132