Page 124 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 124

Title          HNW: PEMERINTAH HARUS FOKUS TANGANI COVID-19.
               Media Name     tribunnews.com
               Pub. Date      28 April 2020
                              https://www.tribunnews.com/nasional/2020/04/28/hnw-pemerintah-harus-fo kus-
               Page/URL
                              tangani-covid-19
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative














               Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan agar pemerintah lebih fokus
               terhadap penanganan virus Corona, sebagaimana Keputusan Presiden Jokowi yang
               menjadikan Covid-19 sebagai Bencana Nasional. Karena itu menurut Hidayat,
               semestinya Pemerintah dan DPR menunda keseluruhan pembahasan RUU Omnibus
               Law Cipta Kerja. Baik klaster ketenagakerjaan maupun 10 klaster lainnya. Dan
               bukan hanya menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan saja.

               "Saat ini yang ditunda pembahasannya oleh Pemerintah dan Pimpinan DPR hanya
               klaster ketenagakerjaan dari RUU Omnibus Law Cipta Kerja, itupun setelah
               mendapat tekanan dari gerakan buruh dan oposisi. Padahal ketenagakerjaan hanya
               1 dari 11 klaster lain dalam RUU tersebut yang berpotensi bermasalah dan
               kontroversi," kata Hidayat melalui siaran pers di Jakarta, Senin (27/4).

               Salah satu poin kontroversial dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja, kata Hidayat
               diantaranya, Pasal 170 yang berpotensi menabrak prinsip negara hukum yang diatur
               dalam UUD NRI 1945. Pasal tersebut tidak berada di klaster ketenagakerjaan yg
               sudah diminta untuk ditunda pembahasannya.


               "Pasal itu mengatur bahwa peraturan pemerintah (PP) dapat membatalkan Undang-
               undang (UU). Padahal secara hierarkis, PP yang dibuat oleh pemerintah posisinya
               berada di bawah UU yang dibuat oleh Pemerintah dan DPR. Dan secara hukum PP
               hadir bukan untuk mengubah UU, melainkan untuk menjalankan UU, sesuai
               ketentuan UUD NRI 1945 Pasal 5 ayat (2)," ujarnya.

               Menurut anggota Komisi VIII DPR RI, itu pemerintah pernah menyebut adanya
               kesalahan ketik terkait Pasal 170 RUU Omnibus Law Cipta Kerja, yang memunculkan
               kritik meluas dari publik. Namun sejak diserahkan ke DPR hingga saat ini, tidak ada
               koreksi sama sekali. Selain itu juga belum ada pengusutan terkait pelaku salah ketik
               tersebut.


               "Itu hanya salah satu contoh, tetapi sangat prinsipil. Ada banyak lagi hal yang
               berpotensi bermasalah dan kontroversi di luar klaster ketenagakerjaan, yang oleh
               Pemerintah sudah diminta untuk ditunda pembahasannya," tukasnya.






                                                      Page 123 of 261.
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129