Page 128 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 128

Title          PEMERINTAH DIMINTA AUDIT PERUSAHAAN YANG TAK MAMPU BAYAR UPAH DAN THR
               Media Name     merdeka.com
               Pub. Date      28 April 2020
                              https://www.merdeka.com/uang/pemerintah-diminta-audit-perusahaan-yang- tak-mampu-
               Page/URL
                              bayar-upah-dan-thr.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative









               Merdeka.com -  Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta pengusaha
               untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh. Hal ini disampaikan
               Presiden KSPI Said Iqbal menanggapi pernyataan pengusaha yang mengatakan rugi
               sehingga tidak mampu membayar THR. Dia juga menyesalkan sikap Menteri
               Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang memberi restu perusahaan yang arus kasnya
               tertekan untuk mencicil atau menunda pembayaran THR.

               "KSPI tidak setuju dengan sikap Menaker. Menaker tidak boleh terlalu pro
               pengusaha tetapi mengabaikan hak buruh termasuk THR," kata Said Iqbal melalui
               siaran pers, Selasa (28/4).

               Menurutnya, apabila terdapat perusahaan yang mengklaim mengalami kerugian
               akibat pandemi virus corona di Tanah Air. Maka harus disertai laporan kas dan
               neraca keuangan perusahaan selama dua tahun terakhir, untuk diperiksa oleh
               pemerintah melalui kantor akuntan publik.

               "Dari hasil audit itu lah, dapat diketahui perusahaan benar-benar rugi atau sekedar
               cari-cari alasan. Termasuk, kita akan tahu, masih ada cadangan kas atau tidak,"
               imbuh dia.

               Dia mengatakan, audit keuangan berfungsi memberikan keadilan bagi kaum buruh.
               Lain ceritanya dengan klaim semata yang justru menimbulkan praduga antara kedua
               belah pihak. Iqbal kemudian mendorong pemerintah untuk menekan perusahaan
               agar THR dan upah pekerja dibayarkan secara penuh. Ini bertujuan menjaga
               kemampuan daya beli buruh menjelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah yang
               biasanya diiringi dengan kenaikan sejumlah bahan langan.

               Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah, menegaskan bahwa aturan tunjangan hari raya
               (THR) Keagamaan akan tetap diberlakukan. Artinya penyelenggara usaha atau
               perusahaan wajib membayarkan THR sesuai dengan ketentuan perundang-
               undangan yang berlaku.

               "Perusahaan tetap membayarkan THR keagamaan kepada pekerja atau buruh
               sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujarnya dalam
               #sharingsession Liputan6.com, Rabu (22/4). Persoalannya, banyak perusahaan
               yang tidak mampu membayarkan THR di tengah situasi perekonomian terimbas
               pandemi corona seperti saat ini. [azz]




                                                      Page 127 of 261.
   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133