Page 173 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 173
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan
Internasional, Shinta W. Kamdani, mengatakan pandemi virus corona berpengaruh
terhadap pemasukan perusahaan atau industri.
Kondisi tersebut membuat para pengusaha kesulitan membayarkan THR tahun ini
kepada para pekerja. Oleh sebab itu, dia mengusulkan beberapa hal terkait THR ini.
"Pertama, tentu saja pemerintah membantu pembayaran THR tersebut," katanya
ketika dihubungi idi Jakarta, Rabu (8/4/2020).
Namun, bila pemerintah tak sanggup memenuhi permintaan para pengusaha dan
industri, Shinta berharap pengusaha diberikan kelonggaran untuk menunda
pembayaran THR hingga kondisi perekonomian kembali normal dengan batas waktu
yang masih belum bisa ditentukan.
"Apakah itu dicicil atau dibayarkan saat kondisi sudah membaik," ucapnya.
Sebelumnya,
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani,
mengungkapkan, pengusaha tidak menjamin dapat membayar penuh gaji dan THR
kepada para pekerja. Menurut Haryadi, tidak adanya jaminan tersebut lantaran tidak
adanya pemasukkan ke perusahaan akibat dampak dari wabah virus corona di
Indonesia.
"Sekarang customer-nya tidak datang, tidak ada penjualan, otomatis enggak
sanggup karena enggak ada cash inflow. Perusahaan itu kan ditopang adanya
cashflow, nah sekarang enggak ada," ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Selasa
(7/4/2020).
Senada, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) minta penundaan
pembayaran THR. Penyebaran virus corona jadi alasan dalam penundaan tersebut.
Tekanan virus tersebut berdampak pada operasional perusahaan.
"Kami juga meminta Menteri Ketenagakerjaan agar lebih baik tidak membicarakan
THR dulu," ujar Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H. Maming dalam siaran pers yang
diterima Kontan.co.id, Selasa (7/4/2020).
Mardani bilang banyak perusahaan yang saat ini telah berhenti beroperasi. Hal itu
memengaruhi arus kas perusahaan. Sehingga pembayaran THR dapat menjadi
beban bagi perusahaan. Tambahan beban tersebut akan menambah tekanan
perusahaan.
"Gaji saja sudah kewalahan apalagi mikirin THR. Gara-gara mikir THR ini bisa
berdampak ke PHK," terang Mardani.
Menanggapi permintaan para pengusaha, Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Ketenagakerjaan, Raden Soes Hindharno, meminta kepada para
Page 172 of 261.

