Page 160 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 JULI 2020
P. 160

Indonesia  (PMI)  non-prosedural  dan  ilegal.  Benny  membuktikannya  antara  lain  dengan
              menggerebek satu penampungan PMI ilegal di Jawa Barat.

              "BP2MI  telah  menindaklanjuti  Kepmenaker  151/2020  tentang  Penghentian  Sementara
              Penempatan PMI dan BP2MI sendiri sudah mengeluarkan surat edaran menindaklanjutinya,"
              kata Banny Rhamdani  dalam konferensi pers di Kantor BP2MI Jakarta pada Rabu.

              "Jadi tidak ada alasan bagi P3MI yang masih membandel dan tetap melakukan pelanggaran,"
              lanjutnya.

              Sebelumnya pada Senin (13/7), BP2MI melakukan inspeksi ke tempat penampungan sementara
              calon PMI non-prosedural di Cileungsi, Jawa Barat, dan mendapati rumah itu adalah tempat
              tinggal dan bukan Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN). Sepasang suami istri calon PMI
              ditemukan berada di sana yang rencananya akan diberangkatkan ke Singapura dan Malaysia.

              Selain mereka, terdapat pula lima calon PMI yang sedang ditelusuri keberadaannya. Menurut
              pengakuan  dari  dua  calon  PMI  di  rumah  tersebut  rencananya  mereka  akan  diberangkatkan
              untuk bekerja menjadi asisten rumah tangga. Dari 232 berkas yang disita dari rumah tersebut
              diketahui  perusahaan  penempatan  pekerja  migran  Indonesia  (P3MI)  yang  diduga  akan
              memberangkatkan mereka adalah PT SKA dan PT AJI.

              Keduanya terdaftar memiliki izin penempatan dengan PT SKA berlaku sampai 12 Januari 2022
              dan  PT  AJI  telah  dicabut  izinnya  per  14  Februari  2020.  Terhadap  perusahaan  yang  masih
              memiliki  izin,  Benny  mengatakan  BP2MI  akan  merekomendasikan  kepada  Kementerian
              Ketenagakerjaan untuk mencabut izin SIP3MI. Sedangkan untuk perusahaan yang sudah tidak
              memiliki  izin  akan  dilaporkan  atas  dugaan  melakukan  pelanggaran  Undang-Undang  Nomor
              21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
              "Dari keterangan didapatkan informasi bahwa paspor dan visa calon PMI ni akan ditanggung
              oleh perekrut. Kami akan mengambil langkah hukum terhadap kedua perusahaan ini dengan
              melaporkannya ke Bareskrim Polri," kata Benny.

              Dia mempersilahkan bagi kedua perusahaan yang tertera namanya pada dokumen sitaan itu
              untuk melakukan pelaporan dan klarifikasi kepada polisi jika memang diperlukan. Kepala BP2MI
              menegaskan bahwa langkah hukum diambil untuk membuat jera kelompok penempatan tenaga
              kerja  Indonesia  (TKI)  ilegal  dan  menunjukkan  komitmen  BP2MI  untuk  memerangi  sindikat
              penempatan non-prosedural tersebut.

              "Saya pastikan kembali bahwa BP2MI bakal selalu menjadi mimpi buruk bagi P3MI yang nakal,
              yang mencoba bermain-main dengan kemanusiaan dan tidak menghormati bahkan menginjak-
              injak hukum di Republik ini," tegasnya.
              Pewarta: Prisca Triferna Violleta  Editor: Agus Salim  COPYRIGHT (c)2020  .




















                                                           159
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165