Page 195 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 195
Title GUBERNUR ANIES BICARA LANGKAH NYATA KESELAMATAN KERJA
Media Name beritasatu.com
Pub. Date 17 Januari 2020
https://www.beritasatu.com/megapolitan/595769/gubernur-anies-bicara-la ngkah-nyata-
Page/URL
keselamatan-kerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bicara soal mewujudnyatakan wacana. Saat
menjadi inspektur upacara Pencanganan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) Provinsi DKI 2020 , Jumat (17/1/2020), Anies meminta pencanangan Bulan K3
di Jakarta jangan hanya menjadi seremonial saja melainkan harus diwujudkan
dalam langkah nyata untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan
kerja.
"Ini adalah pencanangan bulan K3, tapi jangan jadi seremonial. Pencanangannya
memang upacara tetapi kesadarannya itu harus diwujudkan dalam langkah-langkah
nyata di tempat kerja, juga di antara rumah dan tempat kerja," kata Anies
Baswedan saat
memimpin upacara di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.
Agar K3 dapat tercipta di lingkungan kerja, semua risiko kecelakaan kerja harus
diantisipasi bersama, baik oleh pekerja maupun pengusaha dan pemerintah. Semua
risiko kecelakaan kerja bisa terindentifikasi dan dicegah.
"Saya garis bawahi, apa pun yang dikerjakan dalam proyek apa pun, dalam kegiatan
apa pun, keselamatan dan kesehatan adalah prioritas utama," ujar Anies Baswedan.
Menurutnya, keselamatan kerja tidak akan bisa diganti oleh santunan sebesar apa
pun. Ketika ada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, maka yang dirugikan
adalah keluarganya.
"Begitu banyak keluarga melepas anggotanya untuk bekerja, berharap semua
berjalan lancar, tapi begitu ceroboh, tidak memikirkan keselamatan, maka yang
terjadi justru penderitaan tanpa batas. Santunan sebesar apa pun, disampaikan
sesopan apa pun, tidak akan menghilangkan penderitaan akibat kecelakaan kerja.
Apalagi bila sampai kehilangan nyawa," tuturnya.
Dalam upacara tersebut, Anies Baswedan membacakan arahan Menteri
Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah. Dia menyebut, kecelakaan kerja masih rawan
terjadi di Indonesia.
Terlihat dari data, penduduk bekerja 126, 51 juta. Jumlah tersebut 57,5 persen
adalah lulusan SD dan SMP. Hal itu berpotensi terhadap rendahnya kesadaran
perilaku selamat dalam bekerja.
Page 194 of 267.

