Page 197 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 197

Title          KEJARI KARO USUT PEMBERI KERJA YANG LALAI PADA PERLINDUNGAN BPJAMSOSTEK
               Media Name     suaramerdeka.com
               Pub. Date      17 Januari 2020
                              https://www.suaramerdeka.com/news/baca/214096/kejari-karo-usut-pemberi -kerja-
               Page/URL
                              yang-lalai-pada-perlindungan-bpjamsostek
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Mengawali tahun 2020 Kejaksaan Negeri Karo akan memetakan sekaligus
               menertibkan sejumlah badan usaha, yayasan, koperasi dan pelaku ekonomi, bahkan
               seluruh pemberi kerja yang ditengarai belum melakukan tanggung jawab jaminan
               sosial bagi pekerjanya.

               Kepala Kejaksaan Negeri Karo Denny Ahmad SH,MH dalam perbincangan saat
               menerima audiensi Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan KCP Karo Dr. Sanco
               Simanullang ST.,MT., IPM awal pekan ini di ruang kerjanya, mengingatkan agar
               pemberi kerja melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai ketentuan BPJS telah
               diatur dalam Undang Undang Nomor 24 tahun 2011. "Kami segera membentuk tim
               untuk memastikan hak karyawan, lalu akan turun ke lapangan, tim BPJamsostek
               dan Kejaksaan," ungkap Kajari.


               Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan KCP Karo Dr. Sanco Simanullang ST.,MT., IPM
               mengungkapkan, masih banyak ditemukan pemberi kerja yang lalai terhadap
               kewajiban mendaftarkan anggotanya dalam BPJS Ketenagakerjaan Karo. "Secara
               sengaja ada beberapa perusahaan melaporkan upah yang tidak benar dan ada juga
               pelaporan jumlah tenaga kerja yang tidak sesuai. Itu kita sampaikan ke Pak Kajari,"
               ungkap Manullang.

               Dalam lingkup pembangunan proyek fisik dan jasa konstruksi, dari ratusan proyek
               yang bersumber dari APBD, APBN dan Proyek Swasta di tahun 2019, banyak lolos
               tanpa perlindungan jaminan sosial. "Karena belum menjadi ketentuan sebagai salah
               satu persyaratan sebagaimana di Kabupaten lain, tanpa kewajiban BPJamsostek,
               pencairan anggaran proyek di tolak otomatis," katanya.

               Dalam sektor usaha transportasi,  hampir seluruh tenaga Supir dan Kernet tidak
               memiliki kartu jaminan sosial dan mereka bekerja tanpa adanya perlindungan
               kecelakaan kerja. Kalau terjadi kecelakaan kerja, mereka akan membayar sendiri,
               padahal seharusnya dengan iuran yang sangat minim Rp 16.800, mereka telah
               mendapatkan perawatan di Rumah Sakit sampai sembuh dan kalau meninggal, saat
               ini sudah ditingkatkan jaminan kematian dari Rp 24 juta menjadi Rp 42 juta.










                                                      Page 196 of 267.
   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202