Page 238 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 238
"Upah minimum yang kita tetapkan ini hanya berlaku untuk pekerja baru. Tapi
sesuai kompetensinya, karyawan bisa saja menerima di atas upah minimum,"
ucapnya.
Sementara untuk pekerja yang telah memiliki pengalaman lebih dari satu tahun,
kenaikan upah didasarkan pada perhitungan struktur upah dan skala upah yang
sudah ditetapkan dalam Permenaker No.1/2017.
"Bagaimana pekerja eksisting? Selama ini ketentuannya sudah ada berdasarkan
struktur upah dan skala upah," jelasnya.
Sementara untuk pekerja di industri padat karya, kata Susiwijono, akan diberikan
ruang bagi pelaku usaha untuk menentukan sistem pengupahannya sendiri di luar
ketentuan upah minimum. Namun hal tersebut akan terus diawasi oleh
Kementerian Ketenagakerjaan agar tidak ada yang dirugikan.
"Industri padat karya nanti kita kasih upah minimum tersendiri. Semua terkontrol di
Kemenaker. Untuk industri padat karya mereka punya ruang untuk menentukan
sistem pengupahan sendiri," tuturnya.
Susiwijono menjelaskan terkait adanya aturan pengupahan pekerja secara per jam,
hal ini hanya berlaku bagi pekerjaan tertentu seperti halnya tenaga ahli, konsultan,
pekerja paruh waktu, dan pekerja industri kreatif dalam era digital.
Menurutnya, hal tersebut perlu diatur demi melindungi hak para pekerja tersebut
namun tetap memerhatikan aspek fleksibilitas. Sehinga ia menuturkan, nanti adanya
upah minimum secara per jam bagi pekerjaan disebutkan di atas.
"Juga tidak menghapus (upah) pekerjaan minimum, meski per jam tapi tetap
berdasarkan upah standar minimum. Kita perjelas aturannya untuk melindungi
mereka," ujarnya.
Page 237 of 267.

