Page 240 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 240
"Perkembangan teknologi informasi mengharuskan kita melakukan terobosan
dengan inovasi-inovasi baru dalam menterjemahkan K3. Kita juga butuh SDM
kompeten dan saya lihat Pertamina menjawabnya dengan meningkatkan SDM
pengelola K3," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Jumat (17/1/2020).
Dalam kunjungannya kerja ke kantor besar PT Pertamina (Persero) Refinery Unit
(RU) V Balikpapan, Ida mengingatkan masalah K3, tidak hanya diingat dan dibahas
saat terjadi kasus kecelakaan atau musibah di tempat kerja.
"Jangan sampai problem K3 baru mendapat perhatian saat korban berjatuhan.
Jangan sampai kita baru peduli soal K3 ketika ada gugatan dari masyarakat atau
keluarga korban," kata Ida.
Ida juga menyebut kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian
materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi
produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Kecelakaan kerja juga mempengaruhi
indeks pembangunan manusia (IPM) dan indeks pembangunan ketenagakerjaan
(IPK).
"Saya kira Pertamina termasuk perusahaan yang dipacu untuk terus meningkatkan
produktivitasnya. Mudah-mudahan menjadi perusahaan nasional berkelas dunia dan
menjadi energi tersendiri bagi pembangunan nasional, " ucap Ida.
Ida berharap agar K3 tidak dianggap sebagai penghambat investasi melainkan
menjaga investasi. Sebab pelaksanaan K3 menyangkut nyawa dan kesehatan
manusia serta keberlangsungan perusahaan. Jadi Menaker berharap K3 menjadi
prioritas dan budaya, bukan karena tuntutan Undang-Undang.
Lebih lanjut, Ida juga berharap Pertamina RU V sebagai bagian perusahaan BUMN
yang memiliki potensi bahaya tinggi, ikut mendorong dan memotivasi perusahaan
lain di sekitarnya agar pelaksanaan K3 dapat berjalan secara efisien dan efektif.
"Saya harap semua pihak di Pertamina Balikpapan melakukan upaya konkrit
pelaksanaan K3, dengan lompatan inovasi dan Pertamina diharapkan menjadi
bagian penting mensupport bagaimana peningkatan produktivitas tenaga kerja,"
imbuhnya.
Ida menjelaskan kunjungannya ke Pertamina Balikpapan untuk melihat secara
langsung praktek pelaksanaan K3. Menaker Ida menyempatkan meninjau gedung
pelayanan kesehatan (site clinic) Pertamina.
"Kita ambil perusahaan yang high risk (resiko tinggi) sehingga kita semua merasa
nyaman, tenang, perlindungannya dapat dilakukan secara baik dan mudah-mudahan
produktivitas kita meningkat, " katanya.
Di sisi lain, Kepala Direktur SDM Pertamina Koeshartanto mengatakan pihaknya
melalui divisi HSSE sudah meningkat menjadi budaya. Jadi perilaku pegawai
Page 239 of 267.

