Page 244 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 244
Title DRAF OMNIBUS LAW CIPTA LAPANGAN KERJA RAMPUNG PEKAN DEPAN
Media Name antaranews.com
Pub. Date 17 Januari 2020
https://www.antaranews.com/berita/1254353/draf-omnibus-law-cipta-lapan gan-kerja-
Page/URL
rampung-pekan-depan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pertumbuhan 6 persen ini kita butuhkan minimal untuk menampung yang 7 juta
plus 2 juta tadi Jakarta - Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian Susiwijono
mengatakan bahwa pemerintah kini sedang mengkaji terkait draf Omnibus Law
Cipta Lapangan Kerja yang ditargetkan akan selesai pada pekan depan.
"Kamis kemarin kami sisir kembali karena materinya ini besar sekali. Empat hari
sedang kita bahas nih, baru selesai nanti pada Minggu sehingga per Senin baru ada
draf RUU nya," katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan proses pembahasan yang memakan waktu sekitar dua bulan itu
mengundang beberapa narasumber seperti ahli hukum, akademisi, serta asosiasi
sehingga dapat dibahas secara mendalam oleh 31 K/L.
Susiwijono menyebutkan dalam Omnibus Law tersebut mencakup 11 klaster dan 18
sub klaster yaitu Penyederhanaan Perizinan, Persyaratan Investasi,
Ketenagakerjaan, Kemudahan, Pemberdayaan, dan Perlindungan UMKM.
Kemudian tentang Kemudahan Berusaha, Dukungan Riset dan Inovasi, Administrasi
Pemerintahan, Pengenaan Sanksi, Pengadaan Lahan, Investasi dan Proyek
Pemerintah, serta Kawasan Ekonomi.
Susiwijono menuturkan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang mengatur terkait
investasi itu juga akan mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia yang
semakin hari terus meningkat.
Ia menyebutkan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah
pengangguran pada kuartal III hingga akhir 2019 ada sekitar 7,05 juta orang serta
tambahan angkatan kerja baru sebanyak 2 juta orang.
Sementara dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
2020-2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan mencapai 6 persen.
"Pertumbuhan 6 persen ini kita butuhkan minimal untuk menampung yang 7 juta
plus 2 juta tadi," katanya.
Page 243 of 267.

