Page 249 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 249

Title          OMNIBUS LAW BUKAN UNTUK PERMUDAH TENAGA KERJA ASING KE INDONESIA
               Media Name     antaranews.com
               Pub. Date      17 Januari 2020
                              https://www.antaranews.com/berita/1254494/omnibus-law-bukan-untuk-perm udah-
               Page/URL
                              tenaga-kerja-asing-ke-indonesia
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Jakarta - Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono
               menegaskan bahwa Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja bukan untuk
               mempermudah tenaga kerja asing (TKA) untuk masuk ke Indonesia. Menurut dia
               tidak semua TKA dapat dengan mudah untuk masuk ke Indonesia sebab hanya yang
               memiliki keahlian saja yang akan diberikan izin.

                "Itu yang dipahami oleh beberapa pihak dengan mengatakan bahwa Omnibus Law
               memudahkan asing masuk. Padahal yang kita mau permudah adalah TKA ahli untuk
               kondisi tertentu," katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat.


                Ia mencontohkan, ada suatu pabrik tekstil besar yang secara mendadak mesinnya
               mati lalu pemerintah mendatangkan teknisi asing karena hanya dia yang bisa
               membetulkan. Jika mengikuti peraturan yang masih ada maka pengurusan izin
               untuk TKA sangat rumit sehingga mesin perusahaan tekstil tersebut dapat mati lebih
               lama dan akan merugikan perusahaan beserta pegawainya.

                "Perusahaannya rugi dan pekerjanya juga rugi karena enggak bisa kerja mesinnya
               mati," ujarnya.


                Oleh sebab itu, ia memastikan isu yang beredar di tengah masyarakat terkait
               Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja akan memudahkan tenaga asing masuk ke
               Indonesia tidak sepenuhnya benar.

                "Jangan disalahpahami bahwa Omnibus Law memudahkan asing masuk. Isu yang
               kita permudah adalah TKA dengan keahlian tertentu untuk kondisi tertentu. Semoga
               jelas," katanya.

                Sebelumnya pada Jumat (27/12/2019), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja
               Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengkhawatirkan dampak omnibus law kluster
               ketenagakerjaan yang berkenaan dengan upah, pesangon, tenaga kerja asing, dan
               jaminan sosial terhadap nasib para buruh.

                "Isi omnibus law tersebut sangat merugikan buruh. Antara lain pengurangan nilai
               pesangon, pembebasan TKA (tenaga kerja asing) buruh kasar, penggunaan
               outsourcing (alih daya) yang masif, jam kerja yang fleksibel, termasuk upah bulanan
               diubah menjadi upah per jam," katanya.
               Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah  Editor: Subagyo  COPYRIGHT (c)2020  .




                                                      Page 248 of 267.
   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254