Page 258 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 258
hal upah, Jaminan Sosial, Perlindungan K3 dan hak atas kompensasi akibat
pengakhiran kerja.
Dalam kluster ketenagakerjaan, pemerintah juga menambahkan Jaminan
Kehilangan Pekerjaan (JKP) untuk perlindungan bagi pekerja yang terkena PHK. JKP
memberikan manfaat berupa Cash Benefit, Vocational Training, Job Placement
Access.
Penambahan manfaat JKP, tidak menambah beban iuran bagi pekerja dan
perusahaan. Pekerja yang mendapatkan JKP, tetap akan mendapatkan jaminan
sosial lainnya yang berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua
(JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kematian (JKm).
Pekerja Informal Belum Tersentuh Jaminan Sosial
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan bahwa 57 persen
penduduk di Indonesia merupakan pekerja di sektor informal. Sayangnya para
pekerja informal tersebut sebagian besar belum mendapat jaminan sosial.
Oleh sebab itu, BP Jamsostek harus mampu memberikan jaminan untuk
meningkatkan produktivitas pekerja sektor informal.
Hal tersebut merupakan kesimpulan dari riset yang bertajuk "Jaminan Sosial Sektor
Informal dalam Lensa Survei LIPI".
"Permasalahan terkait jaminan sosial kerap kali dihadapi di negara berkembang,
termasuk Indonesia," jelas Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Herry
Jogaswara, Jumat (20/11/2019).
Herry menjelaskan, kelompok informal memiliki tingkat segmentasi yang tinggi dan
memiliki kerentanan yang berbeda-beda. Hal itu membutuhkan strategi kebijakan
yang mampu mengakomodir keseluruhan.
"Belum semua masyarakat, khususnya dengan status kurang sejahtera sulit
mengakses jaminan sosial," tambah Herry.
Hal yang sama juga dengan jaminan kesehatan. Oleh sebab itu, Pemerintah harus
memiliki strategi yang jitu dalam menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN).
Dalam penelitian ini, LIPI memilih enam provinsi yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat,
D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Faktor pertimbangan memilih enam provinsi tersebut adalah jumlah pekerja yang
berada di sektor informal, usia pekerja, jenis pekerjaan yang rentan, tingkat
segmentasi yang tinggi dan memiliki kerentanan yang berbeda-beda.
"Penelitian tersebut dilakukan melaui metode survey, FGD, dan Interview
mendalam," tambah Herry.
Page 257 of 267.

