Page 267 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 267

Lebih lanjut Susiwijono menjelaskan, mengenai ketentuan upah per jam yang
               belakangan membuat geger para pekerja, sebenarnya hanya akan diperuntukkan
               bagi beberapa profesi saja. Seperti, pekerjaan paruh waktu, pengacara, atau
               pekerjaan lainnya yang memang diberikan upah per jam.


               "Namun itu pun sistem per jam tetap melindungi hak pekerja sehingga upah yang
               berbasis per jam tadi tidak menghapus ketentuan upah minimum. Jadi kalau ada
               per jam tetap harus diberikan minimumnya," ujar dia.

               Pengaturan mengenai upah per jam itu, kata Susiwijono, dibuat karena sebelumnya
               belum ada yang mengatur mengenai substansi tersebut. Sehingga, nantinya
               pekerja-pekerja yang dibayar per jam, dapat terjamin kesejahterannya.

               "Selama ini kan enggak dijelskan aturan upah per jam seperti apa, ini kita atur.
               Jangan dipahami kok diubah per jam sehingga merugikan, karena produktivitas
               tidak sampai segitu, akhirnya nanti yang diterima lebih rendah. Tidak ada seperti
               itu," pungkas dia.

























































                                                      Page 266 of 267.
   262   263   264   265   266   267   268