Page 264 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 264

Title          PEMERINTAH TEGASKAN OMNIBUS LAW TIDAK RUGIKAN PEKERJA
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      17 Januari 2020
                              https://mediaindonesia.com/read/detail/284124-pemerintah-tegaskan-omni bus-law-
               Page/URL
                              tidak-rugikan-pekerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               INDONESIA memiliki sebanyak 126 juta orang pekerja yang 57% diantaranya
               merupakan pekerja informal. Rerata jumlah pengangguran mencapai 9 juta jiwa
               yang berasal dari 7 juta pengangguran dan 2 juta lainnya merupakan angkatan
               kerja baru.

               Angka pengangguran dan angkatan kerja yang belum bekerja itu perlu ditekan bila
               Indonesia ingin meraih target pertumbuhan ekonomi di angka 6% sesuai dengan
               Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

               Setidaknya, dibutuhkan sebanyak 400 ribu orang angkatan kerja terserap untuk
               berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi sebesar 1%. Hal itu menjadi pekerjaan
               rumah yang harus segera dibenahi.

               Untuk mengimplementasikan asa itu, pemerintah membuat aturan yang dapat
               membuat iklim usaha kondusif yang berujung pada penciptaan lapangan kerja dan
               pertumbuhan ekonomi nasional.

               Demikian dikatakan Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,
               Susiwijono saat berdiskusi bersama pewarta di kantornya, Jakarta, Jumat (17/1).
               Aturan tersebut tertuang dalam RUU Cipta Lapangan Kerja yang menggunakan
               skema omnibus law.


               Belakangan, isu yang mencuat ialah terkait dengan ketenagakerjaan dan sistem
               pengupahannya. Beredar informasi, dalam RUU tersebut tenaga kerja seolah
               ditindas oleh pemerintah karena aturannya yang tidak memihak kepentingan
               pekerja.


               Namun hal itu dibantah oleh Susi, menurutnya dalam RUU itu, justru pekerja dalam
               negeri yang paling diuntungkan. Ia juga menegaskan, tidak ada poin atau substansi
               dalam RUU itu untuk memangkas upah minimum pekerja.

               "Dijamin tidak turun, tidak dapat ditangguhkan dan kenaikannya disesuaikan
               dengan pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerahnya," tegas Susi.


               Peraturan soal upah minimum hanya berlaku bagi pekerja yang bekerja kurang dari
               satu tahun. Namun aspek pemenuhan hak dan perlindungan pekerja akan tetap
               dilakukan sama.




                                                      Page 263 of 267.
   259   260   261   262   263   264   265   266   267   268