Page 489 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 DESEMBER 2021
P. 489

Terutama  UMK  di  Kabupaten  Tangerang  yang  tidak  mengalami  kenaikan.  "Jelas,  Gubernur
              Banten tidak berani mengambil risiko. Gubernur hanya mengacu pada  edaran Mendagri dan
              Menaker, UMK harus sesuai dengan PP 36. Sedangkan, hasil rapat Tripartite kemarin, untuk
              kenaikan UMK di Banten sebesar 5,4 persen.

              Tetapi  kenyataannya  gubernur  tidak  berani,"  paparnya  kepada  Tangerang  Ekspres  ketika
              diwawancarai, Rabu (1/12). Ia mengungkapkan, sebagai reaksi atas keputusan gubernur itu,
              buruh mengancam akan mogok kerja.

              Tidak hanya itu, aksi turun ke jalan akan ditempuh sampai Gubernur Banten merevisi keputusan
              tersebut. "Terkait keluarnya SK UMK 2022, kami serikat pekerja, serikat buruh yang tergabung
              dalam aliansi Buruh Banten Bersatu menyatakan sikap menolak SK itu.

              Bentuk penolakan kami mulai Senin (6/12) sampai Jumat (10/12), kami akan melakukan mogok
              kerja daerah serempak se- Banten. Menuntut Gubernur Banten untuk merevisi SK UMK 2022,"
              tegasnya. "Senin sampai Jumat kita akan stop produksi, mogok kerja lokal, penuhi jalur arteri.
              Selanjutnya, kami akan terus berkoordinasi dan komunikasi dengan organisasi buruh maupun
              pekerja  yang  tergabung  dalam  aliansi,"  pungkasnya.  Sementara,  Bupati  Tangerang  A  Zaki
              Iskandar mengatakan, permohonan dari serikat pekerja dan pengusaha yang diwakili Asosiasi
              Pengusaha Indonesia (Apindo) sudah diterima pemerintah.
              "Permohonan dari serikat maupun Apindo sudah ada. Tinggal nanti kita sepakati, seperti apa
              yang memungkinkan di Kabupaten Tangerang. Saya hanya mengingatkan bahwa UMK kita pada
              saat ini sudah pada titik yang tinggi untuk industri maupun manufaktur.

              Nanti kita akan diskusikan bersama semua pihak di Tripartite," paparnya. Di Kota Tangerang
              UMK naik sebesar Rp 23.783 dari tahun lalu. Dari Rp 4.262.015 menjadi Rp 4.285.798. Buruh
              menilai kenaikan UMK ini dinilai tidak manusiawi. Para buruh mengancam akan melakukan aksi
              mogok kerja yang dilakukan pada 6-10 Desember.
              Presidium Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) Dedi Sudrajat mengatakan, penetapan UMK oleh
              Gubernur Banten menyakiti hati para buruh. Karena usulan buruh tidak diakomodir, buruh akan
              mengambil sikap tegas.

              "Kami meminta kepada Gubernur Banten untuk melakukan revisi UMK. Harusnya ke naikan UMK
              itu 5,4 persen dari tahun 2021 kenapa ini hanya naik 0,56 persen, atau hanya naik Rp 23 ribu.
              Kami akan melakukan mogok kerja selama 5 hari,"ujarnya saat dihubungi Tangerang Ekspres
              melalui telepon Rabu (1/12).

              Dedi menambahkan, Gubernur Banten tidak memutuskan penetapan UMK 2022 sesuai dengan
              rekomendasi  tripartit.  Bahkan,  ada  tiga  wilayah  di  Provinsi  Banten  yang  tidak  mengalami
              kenaikan UMK yakni Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Pandeglang.

              "Yang dilakukan Gubernur Banten sangat menyakiti hati teman buruh, dan yang jadi pertanyaan
              kami  kenapa  bapak  gubernur  menggunakan  PP  36  untuk  mengesahkan  UMK  2022.  Kalau
              dibandingkan 2021, kenaikan hanya Rp 23 ribu saja,"paparnya. Ia menjelaskan, PP 36 ini sangat
              merugikan para kaum buruh di Provinsi Banten.

              Bahkan akan berdampak luas jika pihak Pemerintah Provinsi Banten menggunakan PP 36 sebagai
              acuan penetapan UMK. "Seharusnya, pemerintah tidak boleh lagi menetapkan UMK itu dengan
              aturan yang membuat buruh resah.

              Mestinya, bicara kesepakatan pemerintah provinsi Banten harus sepakat dengan usulan yang
              kita ajukan,"ungkapnya. Sementara itu, Plt Disnaker Kota Tangerang Rakhmansyah menuturkan,

                                                           488
   484   485   486   487   488   489   490   491   492   493   494