Page 193 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 193
Judul Di Pertemuan ILO, Ida Fauziah Ungkap Sudah Alokasikan Dana 63,8
Miliar Dolar AS Bagi Pelaku Usaha Dan Pekerja
Nama Media rmol.id
Newstrend Pertemuan ILO untuk Kawasan Asia dan Pasifik
Halaman/URL https://politik.rmol.id/read/2020/07/03/441999/di-pertemuan-ilo-ida-
fauziah-ungkap-sudah-alokasikan-dana-63-8-miliar-dolar-as-bagi-
pelaku-usaha-dan-pekerja
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-07-04 00:05:16
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi dampak pamdemi Covid-19
di sektor ketenagakerjaan berupa kebijakan tanggap (rapid policy responses). Kebijakan
tersebut bertujuan membangun kembali kondisi positif dan fokus pada pasar tenaga kerja dan
institusi pasar kerja.
Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, saat menjadi panelis
dalam Pertemuan International Labour Organization (ILO) untuk Kawasan Asia dan Pasifik
secara virtual di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (2/7/2020).
DI PERTEMUAN ILO, IDA FAUZIAH UNGKAP SUDAH ALOKASIKAN DANA 63,8
MILIAR DOLAR AS BAGI PELAKU USAHA DAN PEKERJA
Di Pertemuan ILO, Ida Fauziah Ungkap Sudah Alokasikan Dana 63,8 Miliar Dolar AS Bagi Pelaku
Usaha Dan Pekerja Laporan: Angga Ulung Tranggana Jumat, 03 Juli 2020, 22:53 WIB Menaker
Ida Fauziah/Net Mengatasi dampak pandemik virus corona baru (Covid-19), Menteri
Ketenagakerjaan Ida Fauziah telah mengalokasikan dana penanganan Covid-19 sebesar 46,6
miliar dolar AS.
Dana itu termasuk stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha sejumlah 17,2 miliar dolar AS ataau
setara dengan Rp 893,2 miliar jika 1 dolar AS dikurskan Rp 14.000.
"Stimulus ekonomi dimaksudkan agar pelaku usaha tetap terus melanjutkan kegiatan usaha
sehingga dapat menghindari adanya PHK terhadap para pekerjanya," kata Menaker Ida pada
pertemuan International Labour Organization (ILO) untuk Kawasan Asia dan Pasifik secara
virtual di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta.
192

