Page 194 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 194

Menteri yang berasal dari PKB itu memaparkan beberapa kebijakannya. Di hadapan peserta
              forum ILO, ia menjelaskan langkahnya, pertama upaya mitigasi dampak pamdemik Covid-19 di
              sektor ketenagakerjaan berupa kebijakan tanggap (rapid policy responses).

              Dijelaskan Ida bahwa kebijakan tersebut bertujuan membangun kembali kondisi pasar kerja
              yang positif dan fokus pada pasar tenaga kerja dan institusi pasar kerja.

              Ida juga memaprkan kebijakan keduanya, dengan menyediakan program berupa insentif pajak
              penghasilan, relaksasi pembayaran kredit.


              Selain  itu,  dalam  waktu  dekat  pihaknya  juga  akan  mengeluarkan  kebijakan  relaksasi  iuran
              jaminan sosial ketenagakerjaan untuk meringankan sekitar 56 juta pekerja sektor formal.

              "Ketiga,  menyediakan  jaring  pengaman  sosial  bagi  pekerja  sektor  informal.  Pemerintah
              memberikan  bantuan  sosial  kepada  70,5  juta  pekerja  sektor  informal  yang  termasuk  dalam
              kategori miskin dan rentan," ujarnya.


              Keempat, memprioritaskan pemberian insentif pelatihan melalui program Kartu Prakerja bagi
              pekerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

              Pemerintah,  kata  Ida  telah  memberikan  insentif  pelatihan  dengan  target  pada  tahun  ini
              sebanyak 3,5-5,6 juta penerima manfaat. Saat ini yang telah terealisasi mendapatkan manfaat
              dari program Kartu Prakerja sebanyak lebih dari 680 ribu. Sebagian besar penerima manfaat
              Kartu Prakerja adalah mereka yang telah di-PHK.


              "Seluruh  pelatihan  dilakukan  dengan  metode  online.  Dalam  jangka  waktu  dekat  akan
              diselenggarakan  pelatihan  keterampilan  vokasi  dengan  metode  blended  (online  dan  offline)
              menyesuaikan kondisi penyebaran Covid-19 di suatu wilayah," kata Menaker Ida.

              Ida juga mengulas kebijakan kelimanya, yakni memperbanyak program perluasan kesempatan
              kerja seperti padat karya tunai, padat karya produktif, terapan Teknologi Tepat Guna (TTG),
              Tenaga  Kerja  Mandiri  (TKM),  dan  kewirausahaan.  Tujuannya  adalah  untuk  memaksimalkan
              penyerapan tenaga kerja.

              "Selanjutnya  perlindungan  terhadap  pekerja  migran  Indonesia,  baik  yang  sudah  kembali  ke
              Indonesia maupun yang masih berada di luar negeri," ujar Perempuan yang juga Wakil Ketua
              Umum PKB ini.

              Dalam  forum  organisasi  buruh  sedunia  itu,  Ida  juga  mengulas  kebijakan  ketujuhnya.  Ida
              memastikan  bahwa  Kemnaker  akan  menyediakan  panduan/pedoman  yang  ditujukan  bagi
              perusahaan dan pekerja.

              Secara spesifik, panduan itu menyangkut perlindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha,
              serta perlindungan pekerja pada kasus penyakit akibat kerja karena Covid-19.

              Selain itu, pekerja yang terkena wabah Covid-19 wajib di-cover Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK);
              pedoman penyusunan perencanaan keberlangsungan usaha dalam menghadapi Covid-19; dan
              kesiapsiagaan dalam menghadapi penyebaran Covid-19 di tempat kerja.

              EDITOR:  ANGGA ULUNG TRANGGANA    Tag:  KEMNKAER  IDA FAUZIAH  ILO  UMKM.


                                                           193
   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199