Page 140 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 MEI 2020
P. 140

Title          KSPI AKAN GUGAT EDARAN MENAKER SOAL THR
               Media Name     okezone.com
               Pub. Date      13 Mei 2020
                              https://nasional.okezone.com/read/2020/05/13/337/2213345/kspi-akan-gug at-edaran-
               Page/URL
                              menaker-soal-thr
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative











               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal akan mengajukan
               gugatan terhadap Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor
               M/6/HI.00.01/V/2020 yang mengatur tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Tahun
               2020 pada Jumat 15 Mei 2020.

               "Gugatan ini secara resmi akan kami ajukan ke PTUN Jakarta dan Mahkamah
               Agung. Karena bertentangan dengan PP No 78 tahun 2015 tentang Pengupahan,
               yang mewajibkan pengusaha membayar THR selambat-lambatnya H-7 lebaran. Bila
               terlambat membayar maka akan dikenai denda sebesar 5%," kata Said Iqbal melalui
               siaran pers, Rabu (13/5/2020).

               Adapun di dalam gugatan tersebut, di antaranya KSPI meminta hal-hal berikut:

               Pertama, meminta PTUN dan MA membatalkan Surat Edaran Menaker nomor
               M/6/HI.00.01/V/2020 dinyatakan tidak berlaku. Kedua, meminta PTUN dan MA
               menyatakan PP 78/2015 adalah sebagai dasar penetapan dan pembayaran THR bagi
               buruh di seluruh Indonesia.

               Ketiga, menolak pembayaran dilakukan dengan cara mencicil dan menunda.
               Keempat, meminta PTUN dan MA untuk memerintahkan Menaker memberikan
               sanksi administrasi dengan mencabut izin bagi perusahaan yang tidak membayar
               THR pada H-7 atau tidak membayar THR 100% bagi pekerja.

               Kelima, meminta pengusaha di seluruh Indonesia untuk membayar THR buruhnya.
               Baik yang masih bekerja maupun dirumahkan secara penuh paling lambat H-7.

               "Mengacu pada kasus PT Yongjin dan PT Doosan di Sukabumi yang membayar THR
               dengan cara mencicil, justru mengakibatkan terjadinya hubungan industrial yang
               tidak harmonis. Buruh akhirnya melakukan aksi yang melibatkan ribuan orang," kata
               Said Iqbal.

               Menurut Said Iqbal, hal ini menunjukkan bahwa SE Menaker tentang THR
               dimanfaatkan oleh perusahaan untuk "akal-akalan" dengan cara mencicil atau
               menunda tanpa menjelaskan kepada pekerja. Bahkan, tidak ada audit untuk
               menunjukkan rugi atau tidaknya.



                                                      Page 140 of 211.
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145