Page 142 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 NOVEMBER 2019
P. 142
Title UMK JATENG TERTINGGI DI SEMARANG, TERENDAH DI BANJARNEGARA
Media Name wartaekonomi.co.id
Pub. Date 21 November 2019
https://www.wartaekonomi.co.id/read257613/umk-jateng-tertinggi-di-sema rang-
Page/URL
terendah-di-banjarnegara.html
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menetapkan upah minimum
kabupaten/kota dengan menandatangani Surat Keputusan Gubernur Nomor 560/58
tahun 2019 tentang penetapan besaran UMK di Provinsi Jateng.
"UMK tertinggi ada di Kota Semarang yaitu Rp2.715.000, UMK terendah di
Kabupaten Banjarnegara sebesar Rp1.748.000. Kenaikan UMK tertinggi ada di Kota
Tegal sebesar 9,25 persen, sedangkan rata-rata kenaikan UMK di Jateng sebesar
8,57 persen,' katanya di Semarang, Rabu.
Ganjar menjelaskan bahwa penetapan telah melalui mekanisme yang ada dan
mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Upah minimum dihitung berdasarkan formula Pasal 44 ayat 2 PP nomor 78 tahun
2015, sesuai dengan surat Menteri Ketenagakerjaan nomor BM 305 tahun 2019.
Adapun dasar perhitungan upah minimum sebesar 8,51 persen, dengan perincian
inflasi nasional sebesar 3,39 persen, dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar
5,12 persen," ujarnya didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan
Ttansmigrasi Jateng Susi Handayani.
Dalam penetapan UMK tersebut, Ganjar mengaku telah memperhatikan
rekomendasi dari dewan pengupahan Provinsi Jawa Tengah serta bupati/wali kota,
dimana besaran UMK yang ditetapkan tersebut merupakan murni dari usulan 35
kabupaten/kota se-Jateng.
"Meskipun kami punya upah minimum provinsi (UMP), tapi yang kami gunakan
adalah UMK. Sebab kalau menggunakan UMP, nanti perbedaannya terlalu
'njomplang' antara kota besar dengan daerah kecil," katanya.
Ganjar menekankan bahwa UMK ditetapkan hanya untuk pekerja dengan masa kerja
kurang dari satu tahun, sedangkan pekerja yang sudah lebih dari satu tahun, maka
besaran upah tidak mengacu pada UMK yang ditetapkan.
"Silakan dirundingkan secara bipartit antara pekerja atau buruh dengan pengusaha
di perusahaan. Silakan mereka mengatur besaran upahnya," ujarnya.
Page 141 of 144.

