Page 69 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2019
P. 69
"Itu kan bahan-bahan berbahaya. Dibilang home industri tapi keselamatan kerja gak
jelas, padahal mereka bersentuhan dengan gas, berbentu liquid. Bahaya itu,
pantang hidup api," katanya.
Pemilik usaha diduga menerapkan sistem kunci pintu pabrik setiap beroperasi.
Sistem ini diduga jadi penyebab utama 30 orang terperangkap dalam kobaran api di
dalam kamar meregang nyawa. Apalagi semua jendela bangunan dipasangi jerjak
besi.
"Tak menutup kemungkinan mereka takut. Mungkin izin tidak lengkap makanya
dibuat masuk dari pintu belakang, buat safety biar hindari retribusi atau perizinan,"
katanya.
Pabrik ini informasi beroperasi belasan tahun sejak 2002-2003. Lokasi berada di
pinggir jalan lintas Binjai-Stabat, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan Dusun IV
Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat .
Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto dan rombongan tiba sekitar
pukul 15.30 WIB di TKP. Jenderal bintang dua tersebut sempat memasuki beberapa
ruangan tempat para korban terpanggang di bangunan pabrik yang terbakar.
"30 korban jiwa meningal dunia. Kita akan melakukan penelusuran terhadap pihak-
pihak yang bertanggung jawab. Pemilik pabrik rumahan mengabaikan keamanan
dan keselamatan pekerjanya," jelasnya.
Orang nomor satu di Polda Sumut ini masih enggan menyebut dugaan pabrik tanpa
izin. Pun begitu, pihaknya sudah mengetahui identitas, nama atau inisial pemilik
pabrik rumah tersebut.
Atas dugaan ilegal dan lalai dalam jaminan keselamatan puluhan pekerja, Kapolres
Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto menegaskan bahwa pemilik pabrik sudah
ditetapkan tersangka.
"Pemilik pabrik sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka para pekerja bekerja
selalu dikunci.
Enggak tahu alasannya dikunci," ujar Kapolres Binjai , AKBP Nugroho Tri Nuryanto .
Berikut 30 nama-nama korban kebakaran pabrik perakitan mancis, yaitu:
1. Nurhayati warga Desa Selayang Mancang
2. Yunita Sari warga Sambirejo Gang Mirat
Page 68 of 89.

