Page 107 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2020
P. 107
Title SAID IQBAL : BURUH TAK DIAJAK BICARA DALAM PENYUSUNAN OMNIBUS LAW
Media Name rri.co.id
Pub. Date 21 Januari 2020
http://rri.co.id/post/berita/774205/nasional/said_iqbal_buruh_tak_diaj
Page/URL
ak_bicara_dalam_penyusunan_omnibus_law.html
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyesalkan
sikap pemerintah yang tidak melibatkan perwakilan buruh dalam penyusunan Draft
Omnibus Law, khususnya Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja.
Sebab menurut dia, Satgas Omnibus Law bentukan pemerintah itu hanya didominasi
oleh kalangan pengusaha, perwakilan pemerintah daerah, dan akademisi.
"Ketua Satgasnya Ketua Umum KADIN, Sekretaris Satgas Ketua Umum APINDO,
anggota Satgas 22 asosiasi pengusaha. Terus buruh ga diajak bicara," katanya
dalam wawancara dengan Radio Republik Indonesia, Selasa (21/1/2020).
Karena tidak melibatkan unsur buruh itulah, tekan dia, sebagaimana yang
berkembang di media massa selama ini, Draft RUU yang dihasilkan pun tidak
berpihak ke masyarakat luas.
"Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja itu secara bersamaan,
menurunkan kesejahteraan masyarakat, khususnya buruh," sesalnya.
"Ini RUU Cipta Lapangan Kerja, kok bercitarasa pengusaha. Pembahasannya aja
tertutup," tambahnya.
Ditegaskan Said, karena justru berpotensi menurunkan tingkat kesejahteraan
masyarakat, semua serikat buruh pun menolak omnibus law itu. Terkait itu,
pihaknya memberi enam catatan.
"Enam alasan menolak omnibus law itu salah satunya adalah satu menghilangkan
standar upah minimum," ujarnya.
Padahal selama ini, lanjutnya, Undang-undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang
Ketenagakerjaan telah memberi perlindungan yang cukup baik dengan aturan upah
minimum.
"Tapi hari ini di omnibus law memperkenalkan upah per jam. Bagaimana mungkin
bsatu negara menerapkan dua sistem upah. Kalau upah minimum ya upah minimum
saja. Kalau mau upah per jam, ya upah per jam," urainya.
"Upah per jam ya harus di definisikan. Apakah upah perjam seperti di Amerika, per
jamnya federal 7,200 dolar. Tapi di Los Angeles, 12,25 dolar per jamnya. Atau upah
berdasarkan produktifitas seperti di beberapa negara Eropa. Harus jelas, inikan ga
Page 106 of 152.

