Page 104 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2020
P. 104

Title          INI ENAM ALASAN SERIKAT PEKERJA TOLAK OMNIBUS LAW CIPTA LAPANGAN KERJA
               Media Name     elshinta.com
               Pub. Date      21 Januari 2020
                              https://www.elshinta.com/news/197763/2020/01/21/ini-enam-alasan-serika t-pekerja-
               Page/URL
                              tolak-omnibus-law-cipta-lapangan-kerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive





               Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan,
               terdapat enam alasan mengapa kaum buruh atau pekerja menolak Omnibus Law
               Cipta Lapangan Kerja yang disusun pemerintah.

               "Pertama dalam Omnibus Law tersebut mengisyaratkan akan menghapus sistem
               upah minimum," kata dia saat aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR, DPR dan DPD
               RI di Jakarta, Senin (20/1) kemarin.

               Ia mengatakan, penerapan upah per jam akan mengakibatkan upah minimum
               terdegradasi bahkan hilang. "Tentunya hal itu merugikan kaum buruh dan pekerja di
               Tanah Air," ucapnya.

               "Oleh karena itu kami menolak, karena ini akan menghapuskan upah minimum,
               membuat buruh kembali menjadi absolut miskin," tegas Said, seperti dikutip Antara.

               Selanjutnya, RUU tersebut dinilai akan mengakibatkan hilangnya pesangon.
               Meskipun Menko Perekonomian, Menteri Perindustrian dan Menteri Ketenagakerjaan
               mengatakan pesangon tetap ada, namun diberikan "on the top" yaitu disebut
               dengan tunjangan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebesar enam bulan upah.

               Ketiga, lanjut Said, akan terjadi penggunaan "outsourcing" atau kontrak lepas dan
               karyawan kontrak yang masih dan semena-mena. Hal itu dikarenakan dalam RUU
               Cipta Lapangan Kerja dikatakan boleh semua jenis pekerjaan dilakukan kontrak dan
               bisa dikontrak lepaskan. Padahal, di Undang-Undang 13 tentang Ketenagakerjaan
               untuk kontrak lepas dibatasi lima jenis pekerjaan saja, yaitu petugas kebersihan,
               katering, supir, sekuriti, dan jasa penunjang.

               "Poin yang keempat yaitu memudahkan masuknya tenaga kerja asing," kata Said.

               Poin kelima, kata tokoh pergerakan kaum buruh tersebut, Omnibus Law Cipta
               Lapangan Kerja akan menghilangkan jaminan sosial, dan terakhir menghilangkan
               sanksi pidana bagi pengusaha.

               Said menambahkan, pada prinsipnya KSPI setuju dengan sikap Presiden Joko
               Widodo yang ingin mengundang investasi ke Tanah Air dengan tujuan membuka
               lapangan kerja seluas-luasnya, namun hal itu harus pula diselaraskan dengan
               perlindungan kaum buruh.





                                                      Page 103 of 152.
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109