Page 316 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 316
Judul Pengusaha Ingin UMP 2022 Tidak Naik
Nama Media Radar Lombok
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL Pg6
Jurnalis Dev
Tanggal 2021-10-28 09:38:00
Ukuran 78x251mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 24.570.000
News Value Rp 73.710.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Jika buruh atau pekerja tetap mendesak adanya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun
2022 mendatang, suara penolakan justru datang dari para pengusaha dengan dalih kondisi
perusahaan masih dalam kesulitan. Para pengusaha menginginkan tidak adanya kenaikan UMP
pada tahun 2022 mendatang dan meminta besarannya tetap sama dengan tahun 2020 dan 2021
yang tidak ada kenaikan sebesar Rp 2.183.833.
PENGUSAHA INGIN UMP 2022 TIDAK NAIK
Jika buruh atau pekerja tetap mendesak adanya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun
2022 mendatang, suara penolakan justru datang dari para pengusaha dengan dalih kondisi
perusahaan masih dalam kesulitan. Para pengusaha menginginkan tidak adanya kenaikan UMP
pada tahun 2022 mendatang dan meminta besarannya tetap sama dengan tahun 2020 dan 2021
yang tidak ada kenaikan sebesar Rp 2.183.833.
"Kita dari pengusaha minta ditetapkan UMP 2022 sama dengan UMP tahun 2021 ini, karena
kondisi belum normal," kata Ketua Kehormatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi
NTB Ni Ketut Wolini, Rabu (27/10).
Sebelumnya, dari serikat pekerja meminta untuk kenaikan UMP pada tahun 2022 dikisaran 7
hingga 10 persen. Keinginan serikat pekerja itu, disebut Wolini belum bisa dipenuhi, karena
pengusaha masih terdampak pandemi. Tetapi jika pengusaha yang sudah mampu dan bangkit
silakan saja kalau mereka mau. Namun melihat secara keseluruhan kondisi pengusaha belum
mampu untuk menaikkan UMP tahun 2022.
"Kita bicara secara umum belum pas, walaupun di sini PPKM sudah turun, karena belum normal.
Meskipun ada beberapa sektor sudah bangkit, tetapi belum signifikan," ucapnya.
Dikatakan Wolini, pengusaha tidak bisa memprediksi kapan akan usai pandemi Covid-19 ini.
Nantinya, jika sudah selesai atau berangsur-angsur menurun kasus Covid-19 di situ usaha bisa
bangkit dan bisa berjalan normal. Sekarang orang belum berani keluar karena ada pembatasan,
naik pesawat ada banyak syarat, itu yang menyebabkan ekonomi belum normal.
315

