Page 120 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 120

Title          RUU OMNIBUS LAW, PEMERINTAH TEPIS TUDINGAN TIDAK TRANSPARAN
               Media Name     gatra.com
               Pub. Date      13 Februari 2020
                              https://www.gatra.com/detail/news/469094/hukum/ruu-omnibus-law-pemerin tah-tepis-
               Page/URL
                              tudingan-tidak-transparan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative






               Jakarta, Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja saat ini menjadi bahan
               perbicangan masyarakat khususnya di kalangan pekerja. Bahkan, beberapa elemen
               masyarakat menyebut proses perancangan Omnibus Law Cipta Kerja, tidak
               transparan. Sekretaris Umum PP FSP KEP SPSI, Afif Johan mengatakan pihaknya
               tidak dilibatkan dalam perancangan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini.

               "Dalam proses pembuatan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini, kalangan serikat
               pekerja merasa pemerintah kurang transparan. Karena kami tidak dilibatkan secara
               utuh," katanya di Jakarta, Kamis (13/2).

               Menanggapi itu, Kasubdit Standarisasi dan Fasilitasi Pengupahan Kementerian
               Ketenagakerjaan, Amelia Diatri mengatakan, pihaknya telah berulang kali
               melakukan dialog dengan serikat pekerja terkait masalah ini. Bahkan, dialog itu
               dilakukan bukan hanya di Jakarta saja.

               "Ada dialog dengan teman-teman serikat pekerja, dengan teman-teman serikat
               pengusaha, bentuknya itu kita menghadirkan akademisi sama pakar. Tapi memang
               hanya poin-poinnya saja, karena kita sendiri juga belum dapat drafnya secara
               terbuka," jelasnya.

               Amelia menambahkan, dalam dialog yang dilakukan dengan serikat pekerja itu,
               dijelaskan terkait poin-poin pokok yang terdapat di RUU Omnibus Law. Bahkan,
               serikat pekerja pun sempat memberikan tanggapan. Menurut Kabiro Umum,
               Persidangan, dan Humas Kementerian Perekonomian, I Ketut Hadi Priatna, para
               serikat pekerja merasa tidak puas lantaran tidak diberi darf RUU Omnibus Law.
               Pasalnya, pemerintah baru menyerahkan draf RUU Omnibus Law ke DPR pada Rabu
               (12/2) kemarin.

               "Yang mereka inginkan itu kan dalam bentuk draf. Kita kan pendekatannya gak
               begitu, karena ini kan 79 UU, lebih dari 1000 halaman. Gak mungkin kita bilang satu
               per satu," katanya. Hadi menegaskan, pemerintah sudah melakukan dialog dengan
               berbagai pihak baik masyarakat maupun stakeholder. Hanya karena draf RUU
               terlambat dipublikasikan, sehingga pemerintah dituding tidak transparan.

               "Sudah ada dialog. Cuma permasalahnnya mereka pengen lihat UU-nya, lah UU-nya
               aja 1000 halaman lebih," ujarnya.
               Reporter: Ryan Puspa Bangsa Editor: Anthony Djafar.




                                                      Page 119 of 177.
   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125