Page 124 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 124
Title HADAPI ERA DIGITAL, MENAKER INGATKAN PENTINGNYA RESPONSIF TERHADAP
PERUBAHAN
Media Name jpnn.com
Pub. Date 13 Februari 2020
Page/URL https://www.jpnn.com/news/hadapi-era-digital-menaker-ingatkan-pentingn ya-responsif-
terhadap-perubahan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
BOGOR - Era revolusi industri 4.0 menuntut dunia usaha dan industri untuk
responsif terhadap perubahan guna menjaga eksistensi bisnisnya. Begitupun dengan
SDM, sikap responsif harus diimplementasikan agar tetap berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker ) Ida Fauziyah, saat
menyampaikan Keynote Speech pada acara "Kemnaker Goes To Campus" di Kampus
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Kabupaten Bogor, Kamis (13/2).
"Kita berhadapan dengan era di mana manusia bukan satu-satunya penggerak
utama. Kita ini sedang bersaing dengan robot, bersaing dengan mesin, karena
teknologi bergerak dengan cepat," kata Menaker Ida.
Di hadapan mahasiswa/i UNUSIA, Menaker menjelaskan bahwa era desrupsi
ekonomi ini tidak cukup dihadapi hanya dengan inovasi dan kreativitas. Namun,
yang harus menjadi perhatian juga adalah kecepatan menjalankan tugas. "Tidak
masalah siapa yang lebih pintar, tidak peduli siapa yang lebih kuat, pendidikan dan
keterampilan adalah kunci. Tapi yang harus kita ingat, yang cepat akan
mengalahkan yang lambat. Yang responsif terhadap perubahan akan mengalahkan
yang terlena dengan zona nyaman," terang Menaker.
Menaker juga menjelaskan, era digital akan menciptakan banyak peluang usaha
serta menjadikan iklim usaha lebih kompetitif. Hal ini akan membuka peluang usaha
yang lebih besar bagi masyarakat. Karena kegiatan usaha dan bisnis tidak lagi
hanya mengandalkan kekuatan modal.
Guna menghadapi persaingan di era digital, Menaker menjelaskan bahwa Kemnaker
telah melakukan penguatan pembangunan SDM dalam beberapa tahun terakhir. Di
antaranya, pada tahun 2019 program pemagangan telah memagangkan 210 ribu
orang baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kemudian, 257.240 orang
ditingkatkan keterampilannya melalui PBK. Sedangkan program penigkatakan
produktivitas telah membantu 18.800 orang yang ditingkatkan produktivitasnya.
"Selain itu, ada hampir 1 juta orang yang disertifikasi kapasitasnya dan
Page 123 of 177.

