Page 130 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 130
"Kita ini sedang bersaing dengan mesin karena perubahan teknologi yang bergerak
begitu cepat. Di dunia teknologi informasi, bisnis-bisnis baru bermunculan
mengalahkan pemain lama yang mungkin tak sengaja lambat berinovasi," tuturnya.
Ida mengungkapkan bahwa yang perlu diperhatikan dari persaingan ini kemenangan
tidak mutlak berada di tangan pemilik modal.
"Jadi, jangan khawatir kita yang memiliki modal cekak ini tidak perlu khawatir. Salah
satu contohnya, Uber perusahaan transportasi terbesar di dunia tidak bermodalkan
kendaraan kalau di Indonesia gojek," katanya.
Facebook, misalnya, sebagai perusahaan platform terbesar saat ini tidak memiliki
konten sendiri.
Ia menilai bahwa yang paling cerdas berinovasilah yang unggul di masyarakat, yang
paling responsif terhadap perubahanlah yang bertahan.
"Karakter industri pun berubah tidak lagi berbasis pada sumber daya alam (SDA)
melainkan berbasis pengetahuan, inovasi, SDM. Jadi, beranilah bersaing," katanya.
Untuk memenangi persaingan global, maka Kemnaker menggelar "Kemnaker Goes
to Campus" di Unusia Parung, Bogor, Kamis yang bertajuk "Link and Match Kampus,
Dunia Kerja, Kewirausahaan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Kearifan Lokal".
"'Kemnaker Goes to Campus' ini untuk sarana sosialisasi program-program
Kemnaker. Masih banyak generasi muda yang belum mengetahui tentang program
Kemnaker, sementara ruang-ruang kerja diisi generasi muda. Program-program
Kemnaker ini diharapkan tepat sasaran dan bermanfaat," katanya.
Ida menambahkan, orentasi program kerja Kemnaker adalah mencetak angkatan
kerja yang bisa diterima Industri dan mampu berwirausaha dengan SDM berkualitas
dan berdaya saing.
"Saya kira Indonesia akan menjadi negara yang lebih besar dan lebih maju dan
tahun 2045 kita melompat menjadi empat negara terbesar di dunia," katanya.
Pewarta: Ganet Dirgantara Editor: Sri Muryono COPYRIGHT (c)2020 .
Page 129 of 177.

