Page 171 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 171
Title HADAPI ERA DIGITAL, MENAKER: RESPONSIF KALAHKAN YANG TERLENA DENGAN ZONA
NYAMAN
Media Name liputan6.com
Pub. Date 13 Februari 2020
Page/URL https://www.liputan6.com/news/read/4178349/hadapi-era-digital-menaker- responsif-
kalahkan-yang-terlena-dengan-zona-nyaman
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta Guna menjaga eksistensi bisnis, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah
mengatakan bahwa di era revolusi industri 4,0, dunia usaha dan industri dituntut
responsif terhadap perubahan. Begitu pula dengan SDM, sikap responsif harus
diimplementasikan agar tetap berdaya saing.
Demikian disampaikan Ida saat menjadi Keynote Speech pada acara Kemnaker Goes
To Campus di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Kabupaten
Bogor, Kamis (13/2).
"Kita berhadapan dengan era di mana manusia bukan satu-satunya penggerak
utama. Kita ini sedang bersaing dengan robot, bersaing dengan mesin karena
teknologi bergerak dengan cepat," kata Ida.
Di hadapan para mahasiswa UNUSIA, Ida menjelaskan bahwa era desrupsi ekonomi
ini tidak cukup dihadapi hanya dengan inovasi dan kreativitas. Namun yang harus
menjadi perhatian juga adalah kecepatan menjalankan tugas.
"Tidak masalah siapa yang lebih pintar, tidak peduli siapa yang lebih kuat,
pendidikan dan keterampilan adalah kunci. Tapi harus diingat yang cepat akan
mengalahkan yang lambat. Yang responsif terhadap perubahan akan mengalahkan
yang terlena dengan zona nyaman," terang Ida.
Era digital, lanjut Ida juga akan menciptakan banyak peluang usaha serta
menjadikan iklim usaha lebih kompetitif. Hal ini akan membuka peluang usaha yang
lebih besar bagi masyarakat. Karena kegiatan usaha dan bisnis tidak lagi hanya
mengandalkan kekuatan modal.
Guna menghadapi persaingan di era digital, Menaker menjelaskan bahwa Kemnaker
telah melakukan penguatan pembangunan SDM dalam beberapa tahun terakhir.
Di antaranya pada 2019 program pemagangan telah memagangkan 210 ribu orang,
baik dalam negeri maupun luar negeri. Kemudian, 257.240 orang ditingkatkan
keterampilannya melalui PBK. Sedangkan program penigkatakan produktivitas telah
membantu 18.800 orang yang ditingkatkan produktivitasnya.
Page 170 of 177.

